Anggota Pramuka saat melakukan kegiatan

DepokNews–Pramuka Kwaran Kecamatan Beji pada Rabu (15/8) melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara.

Aksi penggalangan dana dilaksanakan pada kegiatan upacara peringatan Hari Pramuka ke 57 di lapangan Jawa, Depok Utara Kelurahan Beji, Kecamatan Beji.

Dalam amanatnya saat membuka kegiatan ketua Pramuka Kwaran Beji Minin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penjabaran dari Dasadarma kedua dan kelima.

Dia mengataian kegiatan ini merupakan penjabaran dari Dasadarma kedua dan kelima.

Pramuka dalam melaksanakan aksi solidaritas di jalan hendaknya tetap menjaga nama baik pramuka dan gudep.

Menekankan agar anggota tetap berperilaku sopan dan santun serta menghormati pengguna jalan serta etika dalam berlalu-lintas di jalan umum.

“Kita dalam melakukan aksi solidaritas ini harus memberikan penjelasan kepada masyarakat akan maksud dan tujuan kegiatan ini,”katanya.

Dari hasil penggalangan dana di Lapangan Jawa terkumpul sekitar dana Rp 2.280.000, dimana nantinya dana tersebut akan disalurkan ke Lombok.

Gempa bermagnitudo 7 mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah sekitarnya pada Minggu (5/8/2018) sekitar pukul 18.46 WIB.

Bencana alam ini telah menggugah anggota pramuka di berbagai penjuru Indonesia untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama.

Sementara itu Minin menambahkan di usianya ke 57 ini bahwa Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah.

Hal ini disebabkan karena dengan pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter.

Sedangkan peranan keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting.

Dia menyampaikan bahwa persoalan kaum muda sering terjadi di rumah dan sekolah, maka disinilah peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang sering terjadi dewasa ini.

Sinergitas antara lembaga pendidikan formal, non formal dan pendidikan informal dalam keluarga sangatlah penting dan menjadi keharusan demi mewujudkan kaum muda yang lebih baik.