Foto: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna saat memberikan sambutan dalam rangka Persiapan Lomba Sekolah Sehat (LSS)  Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 bertempat di Aula Edelweis Lt. 5 Balaikota Depok.\

Pradi Beri Arahan Dalam Rakor LSS Tingkat Provinsi

Posted on 20 views
DepokNews — Menuju Penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) yang menjadi agenda tahunan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) tingkat provinsi pada November 2017, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna memberikan arahan kepada empat sekolah yang telah terpilih. Empat sekolah itu ialah TK Alfikri Kecamatan Sukmajaya, SDIT Rahmaniyah Kecamatan Sukmajaya, SMPN 2 Depok Kecamatan Pancoran Mas, dan SMA Avicena Kecamatan Cinere.

Dalam rapat kordinasi, Wawali sekaligus Ketua Pembina UKS Kota Depok mengutarakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan LSS, terletak bukan hanya pada penerapan metode saja. Melainkan ada beberapa aspek penting lainnya.

“Adapun aspek yang mampu menunjang keberhasilan, seperti strategi, koordinasi, integrasi, dan teknik sumber daya. Semua itu dapat kita manfaatkan untuk melakukan pemecahan masalah yang ada di lapangan,” ujarnya dalam rakor, Selasa (31/10/2017).

Lebih lanjut, efektivitas, kerjasama, sinergi, dan keselarasan dengan petugas yang ada di lapangan mampu mencapai tujuan dari LSS.

Tidak berhenti di situ, dirinya juga mengimbau kepada sekolah-sekolah perli menjadi helth promoting schoolHelth promoting school merupakan salah satu tuhas sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan sekolahnya, baik menjaga dan meningkatkan kesehatan murid, guru, ataupun kebersihan dari sarana-pra sarana sekolah.

Dirinya menegaskan kembali, sekolah harus menyenangkan dengan tidak adanya tindakan bullying. Pasalnya, sekolah sehat itu ialah sekolah yang lingkungannya bersih, terbebas dari penyakit dan pelecehan atau bullying.

“Itulah sekolah idaman, sekolah yang menyenangkan, sehat, aman, serta ramah anak,” jelasnya.

Terlepas dari itu, ia berharap dengan setiap pengelolaan dan semua personil yang terlibat dalam penyelenggaraan LSS dapat berperan aktif.

“Semoga dengan berlangsungnya rakor ini dapat membangun kolaborasi yang positif antara Kepala Sekolah, guru, siswa, pegawai sekolah, komite sekolah, pemerintah, dan masyarakat,” tutupnya berharap.