DepokNews — Pandemi Covid-19 tidak hanya melahirkan korban jiwa akibat terkonfirmasi virus tersebut. Namun pandemi ini telah berdampak kepada semua faktor kehidupan termasuk penjualan sapi qurban asal Bima di Jabodetabek.

Ditemui di lokasi kandang penjualan sapi qurban di kawasan Grand Depok City, Muhammad Pance yang sudah berpuluhan tahun menjual hewan qurban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta pada momen Qurban tahun ini.

“Ini sesuatu yang sangat sulit yang kami alami. Jujur di Kandang saya saat ini masih ada puluhan ekor sapi yang belum terjual. Padahal sisa waktu tinggal enam hari lagi,” ujarnya. Rabu ( 17/7/2021).

Menurutnya keadaan saat ini jauh lebih parah dari tahun sebelumnya. Tahun lalu kata Pance pihaknya di sisa waktu satu Minggu seperti ini semua sapi habis terjual.

“Tapi tahun ini sangat berat. Apalagi pemberlakuan PPKM ini para pelanggan yang dulunya baik dari Jakarta, Tangerang, Bekasi hingga Bandung tak berani datang untuk membeli,” katanya.

Ia juga mengungkapkan total sapi yang ada di tempat penjualannya sebanyak 250 ekor dengan harga yang cukup bervariasi. Namun karena kondisi seperti ini pihaknya terpaksa menjual di bawah harga normal.

“Sapi yang seharusnya harga Rp 30 juta terpaksa kami jual dengan harga di bawah sampai 24 bahkan 23. Yah rugi kasihan para petani, belum penggemukam, ongkos, pokoknya parah deh,”bebernya.

Ia meminta kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para petani sapi dari Bima yang saat ini sangat berdampak akibat pandemi ini.

“Ini bisa di lihat oleh pemerintah. Ini semua keadaan di luar kemampuan kita semua. Kami meminta agar ada perhatian juga ke pada kami ini,”pungkasnya.