Suasana di SMAN 1 Depok (Istimewa)

DepokNews- Jumlah pendaftar membludak di hari pertama dan kedua Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat SMA dan SMK di Kota Depok, orang tua siswa berbondong – bondong mendatangi sejumlah sekolah Favorit Negeri, salah satunya di  SMAN 1.

Ratusan orang tua murid maupun calon siswa memadati sekolah yang berlokasi di Jalan Nusantara Pancoran Mas sejak pukul 06.00 WIB, sebelum pintu gerbang dibuka. Mereka datang untuk mengambil formulir pendaftaran.

Indah Ika (40), Salah satu orang tua murid yang tinggal di kecamatan Beji menuturkan dirinya rela berdesak – desakan sejak pagi karena takut tidak kebagian nomor antrian.

“Iya, tadi pagi penuh sesak saya sampai kegencet di depan gerbang. Untung ditolong penjaga dan diarahkan masuk kesini,” kata Indah, Selasa (18/6/2019).

Karena kondisi pendaftar yang membludak, pihak sekolah mengeluarkan kebijakan membatasi pendaftar hingga 330 orang. Kepolisian Resort Kota Depok, juga turun ke SMAN 1 untuk mengantisipasi membludaknya para pendaftar. 

“Tadi sudah tidak kondusif, karena terlalu banyak tapi akhirnya saya dapat juga nomor antrian itu juga ke 317,” bebernya.

Indah menuturkan, pendaftaran bisa juga dilakukan lewat online namun diakuinya, cukup sulit untuk masuk ke website PPDB.

“Saya ga ngerti error atau kenapa, dari semalem muter-muter saja webnya. Namanya kita orang tua, pengen anaknya cepat beres mendaftar dan diterima,” terangnya.

Senada degan Meri (39), warga Jalan Nusantara yang mengatakan SMAN 1 menjadi pilihan sekolah pertama bagi putranya, melihat jarak tempuh yang cukup dekat dengan rumah. 

“Kalau dilihat dari jarak, sudah sesuai dengan sistem zonasi PPDB jadi saya akhirnya datang dan mendaftar tidak masalah berdesak – desakan yang penting anak bisa sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Depok Supyana menuturkan membludaknya para pendaftar karena disebabkan oleh banyaknya orang tua murid dengan tujuan sekolah lain, mencoba datang dan mendaftar ke SMAN 1.

“Dari informasi yang saya dapat, ada orang tua murid yang rencananya mendaftar ke sekolah lain (contoh SMAN 2), malahan datang kesini karena mereka masih mencari informasi juga. Sebetulnya, yang sudah dapat formulir juga tidak mendaftar hari ini,” jelasnya.

Awalnya, sistem antrian bagi para pendaftar diberlakukan namun karena mereka berdatangan sejak pagi dan tidak terbendung akhirnya dibatasi.

“Kita ambil kebijakan, dibatasi hanya 330 orang untuk hari ini agar tidak terus menerus membludak. Rencananya, besok kita buka pendaftaran hingga pukul 15.00 WIB. Namun, kejadian hari ini kita evaluasi,” pungkasnya.(mia)