DepokNews- Kapolrestro Depok, AKBP Azis Andriansyah mengungkapkan, dirinya beberapa kali menghadapi Pilkada, dari aspek penyelenggara, kontestasi dan partisipasi masyarakat, Polri menambahkan kerawanan Pemilu, yakni pertama potensi gangguan Kamtibmas, di antaranya, sejarah konflik di daerah tersebut.

“Misalnya di wilayah yang tanpa Pilkada biasanya ribut terus, itu juga jadi triger baru, aspek geogratis juga berpengaruh,” kata Azis.

Kemudian, kedua ambang gangguan Kamtibmas, Artinya, lebih kegangguan nyata, seperti kriminalitas masih tinggi ada administrasi kependudukan yang belum valid. Bahkan, ketika KTP tercecer saja bisa menimbulkan fitnah dan sebagainya.

“Hoax pun membuat suasana menjadi lebih panas, jadi kita juga harus mewaspadai hal itu,” ujarnya.

Sehingga, Polri menambah dua aspek kerawanan tersebut. Selain itu, sambung Azis, yang lebih utama adalah bukan bagaimana menghadapi tantangan tersebut, tetapi bagaimana mencegah dan mengantisipasinya.

“Ketika sudah menyusun di awal, jadi menurut saya, kita harus jemput
bola dan proaktif. Harapannya laporan data ini disusun bukan sekedar formalitas, tetapi disusun untuk melakukan pencegahan dan antisipasi.
Sebab, Pilkada itu memilih pemimpin yang legitimate (Partisipasinya besar dan kuat dari jumlah suaranya besar),” tutup Azis.