Pencabulan (Ilustrasi)
DepokNews- Sejumlah saksi telah diperiksa Polresta Depok, terkait dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru SDN Tugu 10 yaitu WAR (23). Dari keterangan saksi pelapor menyebutkan bahwa murid kelas VI diminta untuk membuka celana atas perintah WAR.
Peristiwa itu terjadi di dalam area sekolah. Keterangan saksi pelapor juga menyebutkan bahwa ada peristiwa yang juga terjadi di luar sekolah. Informasinya korban diduga mencapai belasan murid.
“Tapi yang lapor ke kami baru empat orang saja. Tim kami sedang berkordinasi dengan sekolah apakah ada korban lainya atau tidak,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Kamis (7/6/2018).
Sebelum beraksi, WAR terlebih dulu mengancam muridnya. Kepada murid laki-laki, dia mengancam tidak akan memberikan nilai bagus jika tidak menuruti perintahnya.
“Modusnya ada ancaman. Kalau tidak mengikuti kemauan guru nanti nilainya jelek,” ungkapnya.
Tindakan bejat itu diketahui berlangsung sejak tahun lalu. Namun murid-murid saat itu tidak ada yang berani menceritakan peristiwa tersebut.
“Korban memberikan keterangan bahwa tindakan itu terjadi pada periode 2017-2018,” paparnya.
Soal dugaan adanya satu murid yang menjadi korban sodomi, Kapolres belum bisa memastikan. Yang jelas dari informasi yang diterima pihaknya memang benar terjadi tindakan pelecehan terhadap sejumlah murid laki-laki.
“Kami tidak sedetil itu menyampaikan. Fakta yang ditemukan dari keterangan saksi terjadi peristiwa pencabulan sesuai dengan konstruksipasal pencabulan,” tukasnya.
Sebelumnya, Polresta Depok didatangi empat orangtua murid SDN Tugu 10. kepolisian untuk menangkap guru tersebut yang sudah melakukan pelakuan pelecehan kepada anaknya. Menurut AK, perwakilan orangtua murid, para korban mengatakan, pelaku biasanya melakukan aksinya di kelas dengan iming-iming kenaikan nilai atau kenaikan tingkat Pramuka.
Jika para korban tidak mau melakukan permintaan guru Bahasa Inggris tersebut, mereka diancam akan dikurangi nilainya. AK juga menyampaikan bahwa dugaan pelecehan ini terjadi sejak 2 tahun lalu berdasarkan pengakuan beberapa alumnus sekolah tersebut.(mia)