DepokNews–Aparat Kepolisian Polsek Beji dan Polresta Depok membentuk Satgas Anti Banjir dan bencana alam.

Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggreini Sihombing kepada wartawan pada Rabu (26/2) mengatakan Satgas Anti Banjir beranggotakan puluhan personil.

Satgas Banjir ini 24 jam siap menerima laporan masyarakat terkait jika ada banjir di sekitar pemukiman yang dekat dengan bantaran kali.

Dia mengatakan, wilayah Kecamatan Beji menurut Kompol Yenny merupakan daerah yang dilalui aliran kali Ciliwung dan berpotensi besar terjadi banjir hingga tanah longsor.

“Anggota kita bekali dengan peralatan standar SAR yaitu perahu kano, ban, xenso, pelampung untuk evakuasi korban banjir atau pohon tumbang akibat angin kencang,”katanya.

Terpisah Kapolrestro Depok Kombes Azis Andriansyah menambahkan anggota di wilayah sudah mempunyai Satgas Banjir dalam membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam.

“Masih tinggi curah hujan kita berupaya membentuk tim Satgas di Polres maupun Polsek siaga 24 jam jika terjadi laporan masyarakat ada bencana alam anggota segera membantu datang lokasi,”katanya.

Kombes Azis menghimbau kepada warga masyarakat Depok khususnya pemukiman yang tinggal di sekitar bantaran kali untuk tingkatkan kewaspadaan sewaktu-waktu debit air banyak.

Perlu diantisipasi musim penghujan ini yaitu hujan dan bencana tanah longsor serta angin kencang.

“Kami mendorong setiap satuan di polsek dan di Polres Metro Depok untuk berinovasi membuat perlengkapan, setidaknya untuk bantuan pertolongan pertama. Salah satunya seperti keahlian membuat rakit. Ini sengaja kami buat karena bencana terakhir, beberapa perahu karet kami rusak terkena seng atau atap rumah,” ucapnya.