DepokNews–Aparat Kepolisian Polsek Beji pada Senin(14/10) melakukan polisi masuk sekolah salah satunya ke SMP Taufiqurahman di Kelurahan Beji Timur,Kecamatan Beji.

Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggreini Sihombing mengatakan program Police Goes To School untuk memberikan penyuluhan dan deklarasi damai pelajar.

Pasca terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan para pelajar di Jakarta beberapa waktu lalu, menjadi pembelajaran bagi semua orang khususnya bagi sekolah.

“Kejadian unjuk rasa di Jakarta pada 25 September 2019 lalu, serentak dilakukan oleh ribuan pelajar dari Jabodetabek dapat menjadi perhatian khusus kita semua terutama para guru di sekolah untuk dapat memberikan pengawasan untuk tidak terulang kembali,” ujarnya.

Menurut Kapolsek Beji Kompol Yenny, kegiatan program anggota sambang ke sekolah ini juga memberikan amanat kamtibmas langsung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Gatot Edy Pramono.

“Dalam pembacaan amanat Kapolda Metro Jaya berisi sembilan poin tentang menjaga Kamtibmas dan motivasi pelajar untuk tidak ikutan melakukan demo namun dapat berprestasi,”katanya.

Sementara itu di sela acara, Kompol Yenny juga memberikan penyuluhan tentang masalah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tertib berlalu lintas, dan Undang-undang ITE.

“Seperti peribahasa mulutmu harimaumu, namun kini Jarimu harimaumu. Kenapa, lantaran dengan menggerakan jari dalam menyebarkan informasi hoax share ke media sosial dapat berujung masalah hukum,” ujarnya.

Jangan mudah menyebar informasi ke media sosial atau menerima dari oknum tidak bertanggung jawab tanpa mengetahui kebenarannya sehingga dapat bersifat hoaks dan menimbulkan dampak negatif.

Terpisah Wakil Ketua Yayasan Taufiqurrahman, Sayuti menambahkan pihaknya berterima kasih atas kunjungan Kapolsek Beji Kompol Yenny beserta anggota dengan menjadi irup upacara sekaligus memberikan pengarahan dan penyuluhan kenakalan remaja.

“Kunjungan ibu Kapolsek bersama anggota ini memberikan inspiratif positif bagi pelajar untuk dapat meningkatkan prestasi dan tidak berbuat sesuatu hal melanggar hukum,”tambahnya.

Terkait masalah demo yang dilakukan para pelajar di Jakarta beberapa waktu lalu, lanjut Sayuti sangat menyesalkan hal tersebut.

“Alhamdullilah tidak ada pelajar kita yang ikutan demo besar-besaran pada 25 September lalu,”katanya.

Antisipasi sekolah terus melakukan pengawasan dan imbauan kepada pelajar untuk tidak ikut-ikutan melakukan sesuatu dapat merugikan diri sendiri.