Siswa SMK di Bogor yang ditangkap di kawasan Ratu Jaya diduga mau tawuran

DepokNews–Belasan siswa dari salah satu SMK di Bogor pada Jumat (31/8) yang diduga akan melakukan penyerangan ke sekolah lain di Depok ditangkap oleh operasi gabungan petugas Polsek Pancoran Mas.

Galih salah satu anggota Pokdarkamtibkas Kecamatan Pancoran Mas mengatakan penangakapan belasan siswa ini adanya laporan dari warga yang melihat belasan pelajar kumpul dan nongkrong di wilayah Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung.

“Adanya laporan warga kita langsung ke lokasi dan benar ada belasan pelajar saat digeledah ada dua pelajar bawa senjata tajam jenis clurit,”katanya.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Agus Roni Wowor mengatakan dari sembilan belas pelajar SMK kelas 1 asal Bogor tersebut, dua di antaranya terbukti membawa senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan dalam tas dan baju seragam sekolahnya.

“Kedua pelajar yang terbukti membawa senjata tajam yaitu F,15, dan A,15, SMK kelas 1,   tertangkap tangan saat digeledah oleh anggota kita,”katanya.

Peningkatan patroli gabungan Polres dan Polsek ini bermula ada pesan berantai viral bahwa akan terjadi tawuran besar dengan kumpul terlebih dahulu di rumah seorang pelajar di daerah Ratu Jaya.

“Pada saat sedang anggota kami patroli  terlihat segerombolan anak sekolah sedang nongkrong di Gang SMP, Ratu Jaya. Langsung kita geledah 17 pelajar tidak terbukti membawa senjata tajam kita data dan bina dibawa ke Pospol Citayam, lalu dua pelajar kedapatan membawa senjata tajam dibawa ke Polsek,”tambahnya.

Akibat perbuatan pelajar tersebut, lanjut Kompol Agus, terancam akan dikenakan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang pelarangan membawa senjata tajam di muka umum.

“Kedua pelajar masih kita mintai keterangan. Senjata tajam sudah kita sita sebagai barang bukti,” katanya.

Sementara itu, Antisipasi tawuran pelajar anggota Polsek Limo disiagakan mengamankan bubaran anak-anak pelajar di tiap sekolah rawan tawuran daerah Cinere dan Limo.

Kapolsek Limo, Kompol Muhamad Iskandar mengatakan anggota patroli dan bhabinkamtibmas   disiagakan di masing-masing kelurahan mengamankan dari aksi tawuran.

“Sejumlah titik rawan daerah perbatasan kita jaga ketat. Selain itu patroli stasioner anggota ditingkatkan juga,”ujarnya.

Sementara itu terkait informasi yang viral  di media sosial tantangan buat tawuran ke sekolah lain di Depok, dalam rangka perayaan HUT salah satu sekolah SMK swasta di daerah Pancoran Mas, sejumlah sekolah di Limo dan Cinere diliburkan.

Sejumlah sekolah di Limo dan Cinere sudah diliburkan.

Selain itu juga diadakan pemeriksaan pada pelajar saat pulang sekolah untuk mengetahui apakah mereka membawa senjata tajam dan benda yang dilarang lainnya.