DepokNews–Satuan Narkoba Polresta mengamankan RA seorang kurir sabu dari rumah kontrakannya di RW 04 Pladen Kelurahan Beji, Kecamatan Beji.

Wakil Kapolresta Depok AKBP Arya Perdana pada gelar perkara pada Selasa (19/3) mengatakan RA diamankan saat 
kedapatan memiliki sabu seberat 1 kilogram yang disimpan dalam rumah kontrakan di Beji Depok.

Penangkapan terjadi pada Senin (11/3) anggota melakukan pengintaian.

“Jadi ini sudah kami survei kediaman tersangka atas informasi dari informan”katanya.

Anggota lakukan penggeledahan di kediaman tersangka dan ditemukan bebeeapa plastik kecil dan besar isi narkoba siap edar, kurang kebihnya total 1 kilogram.

Dari pengakuan tersangka, dia sebagai kurir, tidak mengedarkannya dan setiap barang yang dia antar diupah pergramnya itu Rp 200 ribu.

Sebelumnya, sudah ada sejumlah barang yang diserahkan tersangka pada orang yang sudah memesan atas perintah bandar besar. “

Yang ada di rumahnya ini hanya sisa barang. Yang diantar sudah ada beberapa kilogram. Total nilai 1 kilogram ini sekitar Rp 1,5 miliar,” katanya.

Tersangka RA terancam pasal 114 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang  Narkotika. Ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sementara RA mengatakan uang dari hasil menjadi kurir digunakan untuk membiayai orang tua berangkat ke Tanah Suci.

“Buat umrohin orang tua dan nenek saya Sudah berangkat Februari kemarin, sekarang sudah pulang,” katanya.

Dirimya mengaku sudah enam bulan menjadi kurir.

Namun dia tidak pernah menjual sabu pada siapapun.

“Saya hanya diarahkan sama bos untuk antar kemana, tapi saya nggak pernah tahu siapa yang belinya,”katanya.

Biasanya dia sendirian saat mengantar barang. Sabu yang sudah dipaket dalam beberapa plastik kemudian diantar sesuai perintah bandar besar.

“Biasanya ditempel di tiang listrik di Jalan Arif Rahman Hakim. Sudah empat kali saya antar barang,” katanya.

Dirinya mendapatkan upah Rp 200.00 per 100 gram sabu yang diantar.

Bahkan dia mengaku bisa mendapat sampai Rp 20 juta untuk mengantar 500 gram sabu.

“Uangnya untuk biaya hidup. Saya menghidupi dua keluarga. Keluarga saya dan orang tua,” katanya.

RA memiliki satu anak berusia dua tahun. Dan istrinya juga sedang mengandung delapan bulan.

Dia mengaku nekat menjadi kurir sabu karena keuntungan besar.

Sedangkan uang dari hasil body painting tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Sebulan cuma Rp 2-3 juta. Kalau dari kurir ini saya dapat Rp 20 juta tiap setengah kilo yang saya antar,” paparnya.