Oleh: Aisyah Nurmalasari

DepokNews- Kepala Bidang (Kabid) Laboratorium dan Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, M. Kartono, mengatakan bahwa selama pandemi covid-19 hampir seluruh PMI kekurangan stok darah, termasuk PMI Kota Depok. Hal tersebut dikarenakan berkurangnya jumlah masyarakat yang melakukan donor darah karena khawatir terkena covid-19. Padahal kebutuhan akan darah tidak berkurang sedikitpun.

“Selama masa pandemi ini justru sangat dibutuhkan donor darah. Karena pasien-pasien yang membutuhkan transfusi darah tidak mengenal wabah covid-19. Misalnya pasien thalassemia yang harus rutin sebulan sekali mendapatkan transfusi darah,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan donor darah di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (06/11/2020).

Kartono mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan darah para pasien tersebut selama pandemi, mereka mengandalkan donor pengganti dari keluarga pasien. Khawatir akan kewalahan jika mnegandalkan sistem ini, PMI Kota Depok membentuk unit donor darah dan bekerjasama dengan dinas-dinas pemerintahan Kota Depok.

“Seperti saat ini, kami bekerja sama dengan Disrumkim, mungkin nanti dengan dinas-dinas lain, supaya kebutuhan darah masyarakat Depok terpenuhi,” jelasnya.

Untungya, kini PMI Kota Depok telah mengantongi surat izin dari Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 terkait perizinan kegiatan mobil unit. Tentunya, imbuh Kartono, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga mengaku merasakan banyak sekali perbedaan dalam kegiatan donor darah dimasa pandemi dengan biasanya, terutama dalam sulitnya mengajak masyarakat untuk donor darah.

“Kalau sebelum pandemi saya yakin setiap kelompok masyarakat mengadakan kegiatan donor darah, bahkan sebulan bisa sampai 30-60 mobil unit setiap harinya. Di masa pandemi ini jadi berkurang, biasanya cuma sekitar 10 mobil unit saja dalam sehari,” jelasnya.

Terakhir, ia dan seluruh tim yang bekerja di Unit Transfusi Darah (UTD) berharap agar pasokan darah khususnya untuk Kota Depok terpenuhi. Terutama untuk pasien-pasien Thalassemia yang perlu rutin setiap bulannya transfusi darah. Kemudian ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir takut terkena covid-19 karena dalam pelaksanaan kegiatan dipastikan menggunakan protokol kesehatan.

“Banyak sekali manfaat donor darah di masa pandemi ini, seperti dicek suhu tubuh, kadar oksigen dalam tubuh, juga ada screening darah untuk mengecek apakah ada penyakit menular seperti HIV atau hepatitis. Lalu manfaat utamanya adalah kita menolong sesama manusia,” tutupnya.