DepokNews–Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Kecamatan Tapos Kota Depok menggelar Diskusi Publik ke-2 untuk menentukan bakal calon wali kota yang akan diusung di Pilkada Depok 2020.

Diskusi publik ke-2 dilaksanakan hari Minggu, 17 Nopember 2019 di rumah makan Dapur Garoeda Kebayunan Tapos setelah pekan lalu uji publik yang pertama telah dilaksanakan juga di Jatijajar Minggu, 10 Nopember 2019.

Di kedua moment Diskusi Publik tersebut sebanyak 165 tokoh agama dan tokoh masyarakat dari seluruh kelurahan se kecamatan Tapos hadir memenuhi undangan PKS Tapos. PKS mempersilahkan tokoh masyarakat yang hadir untuk menguji kemampuan Bakal Calon Walikota Depok yang merupakan kader PKS. Ada 5 orang yang dipilih PKS yang disodorkan kepada Warga Depok sebagai Bakal Calon Walikota Depok. Mereka adalah H.Moh Hafid Nasir, Dipl. Inf., Ir. H.Imam Budi Hartono, Drs. Amri Yusra M.Si, H.M. Supariyono Amd.Ak, dan T. Farida Rachmayanti SE, M.Si.

Adapun Bakal Calon Walikota Depok yang hadir di acara hari Minggu kemarin (17/11/19) yaitu Drs. Amri Yusra, M.Si, H.M. Supariyono, Amd.Ak dan T. Farida Rachmayanti, SE, M.Si

Ketua DPC PKS Tapos, H. Yosnardi Sirkas atau Bang Yos secara jelas menerangkan proses pemilihan calon walikota depok di PKS dari mulai pemilihan internal, bakal calon sampai menjadi Calon Walikota. Dalam proses tersebutlah PKS mengenalkan bakal calon dan mempersilakan masyarakat untuk menguji visi misi bakal calon walikota itu.

” Siang ini, silakan masyarakat bisa melakukan uji publik visi misi kepada bakal calon walikota yang kami kenalkan ini. Kita sudah buat uji publik juga Minggu yang lalu,” kata Bang Yos.

Dengan dimoderatori oleh Ade Firmansyah SH., yang merupakan Aleg DPRD Kota Depok Fraksi PKS Dapil Cilodong Tapos secara bergantian para bakal calon walikota menyampaikan visi dan misinya,. Beberapa tokoh masyarakat yang hadir langsung mencecar beragam program mereka dan permasalahan yang dihadapi warga Depok saat ini.

“Bisa nggak bakal calon walikota yang ada di hadapan kita ini mengusahakan membuka gedung SLTA baru di Cilangkap?!” cecar Alief salah satu ketua RW di kelurahan Cilangkap.

Tokoh masyarakat lainnya, Sobari menantang bakal calon walikota supaya mengatasi permasalahan sampah.

“Saya mau tahu nih bagaimana solusi permasalahan sampah yang ada di pinggir pinggir jalan. ?” tanya Sobari lugas.

Andi, tokoh masyarakat lain yang hadir menyoroti moda transportasi publik yang selama ini berjalan. Yang menurutnya perlu terobosan baru dari bakal calon walikota.

“Kita bisa contoh moda dan sistem tranportasi dari Pemprov DKI Jakarta yang terintegrasi. Depok harusnya bisa melakukan itu,” ujar Andi yang berasal dari Cimpaeun.

Menanggapi masukan dan pertanyaan masyarakat tersebut para bakal calon walikota memberikan apresiasi kepada para tokoh masyarakat. Dan masing-masing memberikan solusi dan gagasan apabila mereka terpilih sebagai walikota.

“Bapak ibu luar biasa sekali. Hebat orang Tapos ini. Soal pembukaan SLTA baru di tiap kelurahan sejak Undang-undang tahun 2014 sekarang kewenangannya diambil alih oleh provinsi Jawa Barat. Jadi Pemkot tidak bisa membangun sekolah baru SLTA. Saya lebih mengupayakan merubah sistem pendidikannya. ” terang Supariyono.

“Kemudian saya menawarkan pembangunan 4000 bank sampah. Tinggal yang kita buang ke TPA Cipayung adalah residu. Jadi kita cukup selesaikan sampah di daerah sendiri.” lanjut Supariyono.

Sedangkan bakal calon walikota lainnya yaitu Farida Rachmayanti memberikan gagasan bahwa layanan transportasi yang ramah keluarga yaitu menata angkot-angkot menjadi nyaman terutama bagi lansia.

“Saya menawarkan angkot yang nyaman. Bersih dan ber Ac. Ramah bagi usia lansia,” jelas Farida.

Bakal calon walikota Amri Yusra menutup tanggapan dari tokoh masyarakat dengan berseloroh, semua pertanyaan sudah dijawab semuanya oleh 2 bakal calon walikota lainnya.

“Semua sudah dijawab oleh Pak Supariyono dan Ibu Farida nih. Saya hanya ingin menambahkan soal sampah bahwa dalam menyelesaikan masalah sampah ini perlu juga keterlibatan masyarakat memantau pelanggaran pembuang sampah. Kerjasama dengan Satpol PP,” papar Amri.

Menurut Ketua Panitia, Agustiar acara diskusi publik ini disambut antusias oleh masyarakat terutama tokoh masyarakatnya.

“Diskusi publik terhadap bakal calon walikota dari PKS ini masyarakat begitu antusias. Dari yang minggu lalu (10/11/2019) dan yang sekarang banyak dihadiri masyarakat ” ucap Agustiar

“Terakhir kami berharap semoga visi misi dari para bakal calon walikota bisa tersampaikan dan diterima oleh masyarakat ” tutupnya.

(shl_depok)