Plt. Camat Tapos, Anwar Nasihan (kiri) dan Lurah Leuwinanggung, Sanan Hidayat (kanan) saat penwetiban PKL di Jalan Akses Leuwinanggung- Nagrak- Cikeas, Minggu (14/06/21). (Foto : Istimewa).

DepokNews – Kecamatan Tapos bersama stakeholder terkait menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Akses Leuwinangung-Nagrak-Cikeas. Penertiban tersebut dilakukan menyusul adanya laporan dari warga yang mengalami gangguan akibat PKL pasar kaget di akses jalan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tapos, Anwar Nasihin mengatakan, pihaknya  menerima aduan dari warga dan Brimob Resimen 1 Pelopor yang menilai akses jalan mereka terganggu akibat pasar kaget. Selain itu, penertiban ini juga merupakan sebagai upaya dalam menekan penularan Covid-19.

“Kami juga sudah berkooordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk membantu melakukan penertiban di pasar kaget Leuwinanggung yang buka pada Minggu pagi,” tuturnya kepada berita.depok.go.id, Senin (14/06/21).

Tidak hanya Satpol PP Kota Depok, ujarnya, penertiban juga berkolaborasi dengan Polsek Cimanggis dan Koramil 06 Cimanggis. Brimob Resimen 1 Pelopor juga mengirimkan anggotanya untuk membantu melakukan penertiban. 

“Ada juga dari Limmas, karang taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Ketua RW lokasi pasar,” katanya.

Anwar menjelaskan, penertiban mulai dilakukan pukul 04.00 WIB, diawali dengan apel dan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Tapos. Kemudian, tim bergerak menuju lokasi pasar kaget.

Lanjut dia, sebelum melakukan penertiban, para PKL sudah diimbau dengan menggunakan spanduk di lokasi sekitar pasar. Serta dilakukan penyekatan di jalan menuju lokasi pasar kaget.

“Pedagang yang ditertibkan sedikit, karena kita halau dan diminta putar balik. Jadi belum sempat pasang tenda,” tutupnya. 

Sumber : depok.go.id