DepokNews–Warga di Kampung Stangkle di RW 16 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji baru-baru ini membentuk Paguyuban Masyarakat Pewaris Kampung Stangkle atau Pesat.

Ketua 1 Pesat Budi Gunawan mengatakan Pesat dibentuk untuk
mempererat tali silaturahmi dan lebih mengingat sejarah Kampung Stangkle.

“Siapa lagi yang peduli dengan Kampung kita? untuk menjaga tradisi budaya kita? karena di Kampung Stangkle semua keluarga besar, masih satu keturunan, makanya di kasih nama Stangkle,”katanya.

Dirinya merasa khawatir kalau paguyuban ini tidak terbentuk, antara keluarga tidak saling kenal, apa lagi makin padat nya penduduk yang datang dari daerah lain, sudah tercampur baur, lambat laun budaya akan terkikis habis.

” Saya akan ciptakan Kampung Stangkle ini, nyaman untuk pendatang dan penduduk asli, membangun lingkungan, dengan kebersamaan,”katanya.

Dia mengatakan untuk memperkuat hubungan persaudaraan Masyarakat di era jaman sekarang ini memang sangat di perlukan, mengingat makin padatnya penduduk yang dari tahun ke-tahun makin bertambah pesat baik warga pendatang mau pun penduduk asli Depok.

Oleh karena itu penataan lingkungan, sosial, ekonomi, perlu lebih di kontrol karena tiap waktu kondisi lingkungan selalu.

Selain deklarasi panitia penyelenggara juga memberikan santunan kepada 60 anak yatim sekaligus memperingati hari sumpah pemuda.

Di lokasi sama Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan ini langkah yang sangat baik untuk membangun lingkungan dengan membentuk paguyuban penduduk yang tahu persis wilayahnya.

“Sangat kita perlukan Masyarakat yang kompak untuk membangun, ekonomi, sosial, penataan lingkungan dengan kebersamaan,”katanya.

Dirinyayakin dengan Pesat ini, mampu bekerja sama dengan aparatur pemerintah untuk menyerap APBD untuk membangun lingkungan, dengan skala prioritas,

Apa lagi PESAT ini memang keturunan asli orang Kampung Stangkle, arti nya tahu betul apa yang di butuhkan semoga tujuan dan harapan paguyuban ini banyak manfaat nya untuk Masyarakat lainnya.