DepokNews- Peserta BPJS kesehatan mengaku kesulitan menebus obat di apotek, yang pembiayaannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Hal tersebut dialami Yanti (62) warga Cilodong, yang menjadi  peserta BPJS kelas satu dan di diagnosa menderita diabetes dan pengapuran sendi. Obat yang di butuhkan langka di beberapa apotik di Kota Depok tentu bukan tanpa alasan kekesalan pasien tersebut karena obat yang di butuhkan seharusnya bisa meringankan sakitnya.
“Saya sudah ke beberapa apotik tapi tidak ada obat yang saya butuhkan terutama yang di cover bpjs,” jelasnya, Kamis (27/9/2018)
Tidak hanya itu dirinya sempat kaget begitu mendengar petugas dari apotik yang berada di Jalan Tole Iskandar dan Jalan Raya Bogor mengatakan bahwa kelangkaan obat akibat dari defisit dari BPJS.
“Saya ini masyarakat kecil yang tiap bulan bayar rutin, jadi kalau BPJS Kesehatan rugi dan saya harus kena dampaknya bagaimana karena saya butuh obat itu,” ujarnya.
Ternyata kekesalan Ibu 6 anak ini tidak sampai disitu dirinya mencoba bertanya kepada petugas BPJS melalui anak nya namun apa, tidak satu petugas pun yang mau menjawab keluhannya.
“Apa ini yang namanya seorang pejabat di lingkungan BPJS tidak peduli dengan apa yang di alami peserta pasien yang sangat butuh obat karena saya cuma mau tau saja dimana bisa mendapatkan obat itu,” tutupnya.(mia)