Pesantren Al-Hikam (Istimewa)

DepokNews- Peringatan Haul ke-3 KH. Hasyim Muzadi digelar Pesantren Al Hikam Depok. Beragam rangkaian acara Haul diselenggarakan diantaranya: Dialog Kebangsaan yang menghadirkan sejumlah tokoh Nasional, Semaan Al-Qur’an 30 juz, tahlil, zikir, doa dan Pengajian bersama Gus Baha (KH. Bahauddin Salim).

Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok KH. Yusron Ash-Shidqi menjelaskan, dengan peringatan Haul Abah (KH. Hasyim Muzadi-red), pihaknya mengirimkan doa buat almarhum.

“Selain sebagai ajang silaturahmi, juga meneladani selama masa hidupnya,”katanya, seusai acara Peringatan Haul Ke-3 KH. Hasyim Muzadi dan 100 Hari Gus Hilman Wajdi. Masjid Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji.

Yusron mengungkapkan, momen Haul tersebut juga menjadi refleksi dari keberadaan Pesantren di tengah masyarakat. Menurutnya, sistem Pendidikan di Pesantren memiliki salah satu kelebihan diantaranya pembentukan karakter melalui kemandirian dan keteladanan.

“Di Pesantren itu mengajarkan kitab kuning dan ini juga bagian dari menumbuhkan tradisi keilmuan di Pesantren,”paparnya.

Ia menambahkan, model pengajaran Kitab Kuning yang menggunakan teks Arab tanpa harakat memiliki keunikan tersendiri. Yaitu: sang guru membaca perkata dengan memberikan harakat serta menterjemahkannya ke dalam bahasa Arab.

“Disini membutuhkan kesabaran karena pembahasan sebuah kitab dari awal sampai akhir. Justru inilah yang melestarikan tradisi Pesantren. Mungkin saudara kita ada yang belajar dengan metode secara tematik dan itu juga bagus,” terangnya.

Sementara itu, ia menilai pengajian Gus Baha dengan metode mengaji Kitab Kuning telah memberikan semangat baru di dunia Pesantren. Bahkan, lanjutnya, telah menyadarkan para pengajar di Pondok Pesantren untuk Istiqomah dalam berkhidmat bagi Pesantren.

“Melalui pengajian Gus Baha yang bisa dilihat secara online. Ini telah banyak menyadarkan para ustadz, mereka banyak yang bilang saya pengen ngabdi di Pesantren ngajar santri,” tandasnya.

Ratusan jamaah antusias mengikuti acara Haul dan mendengarkan pengajian Gus Baha. Para Ulama, Kiyai, Ustadz, Santri dan jamaah larut dalam kekhusyukan.(mia)