DepokNews- Usai menenggak minuman keras oplosan, dua pemuda di Depok meninggal dunia. MF dan FA meninggal di waktu berbeda namun, mereka menenggak miras oplosan bersamaan di rumah MF pada Sabtu (18/7) pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan keterangan kejadian itu bermula ketika MF dan bersama teman-temannya berkumpul di rumahnya. Korban MF pun menyiapkan minuman racikan.

Terdiri dari Etanol, soda dan serbuk minuman berperisa yang dicampur menjadi satu.
Korban dan teman-temannya pun menenggak minuman racikan tersebut. Selesai minum, korban dan teman-temannya pun tertidur.

Barulah pada Minggu dinihari pukul 03.00 WIB korban FA mengeluh sakit dan dilarikan ke RS HGA. Korban meninggal dunia Minggu (19/7) pukul 10.00 WIB.

Keesokan harinya, korban lain yaitu MF pun mengeluh sakit dan dilarikan ke RS yang sama pada Senin (20/7) pukul 11.00 WIB. MF menghembuskan nafas pada pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim Sjajab membenarkan peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi, saat itu ada tiga orang yang menenggak minuman racikan tersebut.

“Mereka minum hari Sabtu. Minggunya masih nggak apa-apa. Sekarang dua meninggal dan satu kritis,” katanya, Senin (20/7).

Saat itu para korban dan saksi sedang berkumpul reunian karena mereka adalah teman semasa SMA.

Sedangkan kini para korban sudah kuliah. Alkohol itu dibeli korban secara online.

“Mesen di online, korban yang oplos sendiri,” tukasnya.

Korban memesan alcohol dengan kadar 96 persen. Kemudian alcohol itu dicampur dengan bahan lain untuk diminum bersama.

“Pas kejadian ada 5 orang tapi yang minum 3, itu dari keterangan saksi. Kalau keterangan saksi saya lihat barbuk alcohol 96 persen, yang nyampur korban,” tambahnya.

Saat ini penyidik masih menunggu hasil visum korban. Para saksi pun sudah diperiksa.

“Saksi masih kami periksa. Tunggu keterangan dari dokter visum sama untuk keterangan lanjut dari dokter,” tutupnya.(mia)