DepokNews–Diantara problem pengembangan pertanian Wirausaha di kimtrans (permukiman Transmigrasi, red) adalah kurangnya pelibatan perwakilan PATRI dalam perencanaan kawasan.

Hal ini dirangkum dalam diskusi panel dalam rangka HUT 16 PATRI 2020, di Saung Hijau Bogor pada Ahad (16/02/2020). Padahal Transmigran adalah calon penghuni di permukiman Transmigrasi, sepanjang hidupnya.

Karena itu Sofyan Hanafi, mewakili Dirjen PKP2 Transmigrasi, berkomitmen segera bersinergi dengan PATRI. “Ya, kami segera mengagendakan untuk pembahasan itu (perencanaan kawasan bersama Tim PATRI, red)” ujarnya.

Ditambahkan, setelah menyimak masukan panelis Wayan Supadno, anggota dewan pakar DPP PATRI, pihaknya akan mengintensifkan sinergi perencanaan bersama Tim PATRI.

Sebelumnya Wayan Supadno, salah satu panelis menyatakan, sejak perencanaan kawasan harus sudah terintegrasi dengan pemanfaatan lahan usaha II (LU II, red). “Kami siap sebagai investor dan penampung hasilnya. Jadi sejak trans datang, mereka langsung menggarap LU II,” imbuhnya.

Para peserta acara refleksi HUT 16 PATRI sangat antusias dan menyatakan bangga.
“Ini masukan berharga untuk Tim Inti panitia RAKERNAS (Rapat Kerja Nasional, red) nanti”, ujar Sutrisno, Sekjen DPP PATRI.

(spb)