DepokNews–Perayaan Malam Natal di Kota Depok dinilai berjalan aman dan kondusif meskipun sebelumnya ada temuan tas mencurigakan di sekitar Gereja Bethel Indonesia Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas.

Kapolres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan sekitar 1.065 aparat gabungan siap mengamankan 143 gereja jelang perayaan natal di Kota Depok.

Tak hanya itu saja, untuk memastikan keamanan para jemaat, polisi juga melakukan sterilisasi di sejumlah tempat ibadah tersebut.

Azis Andriansyah mengungkapkan, tujuan utama pengerahan pasukan ini adalah memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para pemeluk agama nasrani agar bisa melaksanakan ibadah di saat hari raya natal.

“Beberapa hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan tentunya harus kita eliminir. Salah satunya adalah gangguan ketertiban dan gangguan ancaman dari terorisme,” katanya

Terkait hal itu, kata Azis, pihaknya juga melibatkan Direktorat Satwa dengan anjing pelacaknya untuk mencari benda-benda yang mencurigakan dan berbahaya.

Kemudian, Polres Metro Depok juga berkoordinasi dengan tim penjinak bahan peledak dari Detasemen Gegana Brimob.

“Anggota kita melakukan sterilisasi memberikan keyakinan bagi saudara kita yang beragama nasrani untuk ibadah bahwa lokasi ini steril dan bisa melakukan ibadah dengan hikmat.”katanya.

Azis menjelaskan, ada 143 gereja di Depok yang akan melaksanakan ibadah dan semua pengamanan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Namun demikian ada beberapa gereja yang menjadi skala prioritas.

“Artinya mana yang paling banyak jemaatnya itu akan kita lipat gandakan keamanan dan personilnya dengan tidak mengindahkan yang lain juga tetap dilaksanakan pengamanan,” tuturnya

Untuk memaksimalkan pengamanan jemaat, polisi juga melibatkan tim keamanan dari masing-masing internal gereja.

Sehingga, tanpa kehadiran polisi atau misalnya polisi sedang melaksanakan kegiatan yang lain maka pengamanan internal yang sudah dibentuk oleh kepolisian bekerjasama dengan gereja sudah bisa melakukan langkah-langkah terbatas.

“Setelah itu akan dilakukan tindaklanjut oleh kepolisian,” ujarnya

Lebih lanjut Azis mengatakan, 1.065 personil yang dilibatkan untuk pengamanan natal dan tahun baru tersebut terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub) 250 personil, SatpolPP 100 personil, kemudian TNI 250 personil.

Selain itu, beberapa elemen masyarakat juga turut diterjunkan yaitu Pokdar Kamtibmas serta beberapa organisasi masyarakat atau Ormas.

“Iya ada beberapa Ormas yang menawarkan diri dan ada juga yang sukarela langsung datang tanpa diundang tapi telah bekerja sama dan memberitahukan kepada pihak gereja.”

Azis mengimbau pada sejumlah Ormas yang terlibat pengamanan agar memberikan keamanan dan kenyamanan secara bijak.

“Jangan justru keamanan dan kenyamanan tidak bisa diciptakan. Untuk itu bersama-sama dengan kepolisian dan petugas dari gereja, mari sama-sama menciptakan keamanan dan kenyamanan,”katanya.

Sementara itu, pendeta Yongki Wijoyo, salah satu pemuka agama kristiani di Kota Depok mengungkapkan rasa terimakasihnya pada jajaran kepolisian dan TNI, serta semua pihak yang terlibat aktif dalam proses pengamanan natal dan tahun baru 2019.

“Saya sangat berterimakasih dan bersyukur bahwa dari pemerintah dalam hal ini kepolisian dan TNI serta aparat yang lain, telah mengamankan acara kami sehingga kami bisa melakukan ibadah dengan tenang tanpa rasa takut dan cemas,” katanya

Yongki tak menampik ada kekhawatiran dari para jemaat lantaran dalam beberapa peristiwa sempat terjadi aksi teror di luar Kota Depok.

Tapi dengan adanya pengamanan dari pihak kepolisian kami bisa melaksanakan ibadah dengan tenang.

Terkait hal itu, ia pun mengimbau pada para jemaat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.

Tas yang ternyata berisikan buku sebelumnya ditemukan dekat Gereja Bethel Indonesia Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.