Dikala pandemi banyak perubahan yang terjadi dari segi ekonomi, sosial dan kebiasaan, kita hidup di era dimana semua kegiatan hampir 80% dikuasai oleh media masa dari segi pemikiran, pergaulan dan kehidupan pada umumnya.

            Seperti yang kita lihat sendiri banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh masa pandemi ini orang-orang banyak yang hilang pekerjaan, tidak dapat bergerak bebas, ekonomi menurun drastis sehingga perlu adanya gerakan untuk memperbaiki permasalahan itu semua.

            Jika dulu mahasiswa bergerak langsung turun kejalan menyampaikan apresiasi dan menolong masyarakat sekarang hal seperti itu sudah cukup sulit dilakukan. Butuh adanya pembeharuan dimana mahasiswa bukan hanya sekedar berteriak mengadua nasib pada para pemerintah atau pemimpin tapi dimana mahasiswa mulai menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang cepat ini.

            Zaman dimana informasi sudah sangat mudah didapat, hal-hal unik berada dimana-mana, yang mungkin jika kita lihat dizaman orang tua kita dulu itu termasuk hal-hal yang tabu. Maka dari itu inilah saatnya mahasiswa mulai sadar dan bangkit untuk membawa perubahan, untuk menolong masyarakat sekitar.

            Dengan memanfaatkan media digital ini dengan sebaik-baiknya bisa dengan membuat poster untuk mengajak para sebagian masyarakat untuk menolong sebagiaqn yang lainnya, mengadakan event-event lomba untuk meningkatkan kreatifitas dan intelektual masyarakat, dll.

            “Jadilah kau bermanfaat untuk sekitar” saya sering mendapat nasihat itu dari orang tua saya yang bijak, untuk menjadi mahasiswa bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan gelar sarjanah. Kehidupan tidaklah sebercanda itu walaupun memang sebagian mahasiswa yang lain menjadikan gelar sarjanah sebagai tujuan utamanya tapi itu adalah tujuan yang kecil.

            Mahasiswa lebih dari itu mahasiswa adalah orantg yang akan menyuarakan suara yang lemah, meneriakan kebenaran ketika semua orang hanya bisa diam, mahasiswa adalah pembawa perubahan ketika yang lain hanya bisa berkomentar dan duduk diam seakan tidak peduli, mahasiswa adalah mereka yang terus-menerus berfikir untuk kemakmuran masyarakat dan bangsanya.

            Mahasiswa adalah manusia intelektual yang diciptakan untuk menegakkan yang adil, memberantas yang bathil dan membela yang lemah. Sungguh miris dizaman sekarang bukan hanya masyarakat biasa, anak sekolah pun bahkan mahasiswa lebih mementingkan nasib dan keuntungan pribadinya sendiri dibanding memikirkan nasib bangsa dan negaranya.

            Para mahasiswa seharusnya bergerak lebih aktif, berfikir lebih banyak, tidur lebih sedikit untuk apa? Untuk tujuan yang mulia yaitu kemamkmuran bangsa dan rakyatnya. Kitalah para generasi selanjutnya yang akan memikirkan kemakmuran rakyat nanti. Kita harus lebih banyak belajar , zaman telah berubah kehidupan terus silih berganti lalu mau sampai kapan kita menyalahkan orang sekitar, mau sampai kapan mahasiswa indonesia akan terus tertinggal, mau sampai kapan kita tertidur memikirkan jodoh yang waktunya pun tidak pernah kita ketahui.

            Untuk mahasiswa seluruh indonesia masyarakat membutuhkan kita, masyarakat membutuhkan pemuda yang berani berkarya, berani membela, berani bersuara, berani menyatakan kebenaran, tidak takut cacian juga tidak terlena dengan pujian.

            Sudah saatnya kita mahasiswa bangkit bukan untuk mengeluh, bukan untuk berpangku tangan namun sudah saatnya kita bergerak mengubah indonesia menjadi lebih baik lagi.

            Dariku mahasiswa yang mengingkan perubahan, dariku mahasiswa yang menangis dipojokan memikirkan nasib generasi penerus nanti, dariku mahasiswa yang merindukan perjuangan, kesatuan dan solidaritas persaudaraan antar mahasiswa untuk menjadi pembawa perubahan yang lebih baik bagi indonesia.

            Corona bukanlah masalah, corona bukanlah bencana, karena aku yakin mahasiswa bukanlah orang yang hanya akan pasrah dan berpangku tangan namun mahasiswa adalah manusia yang tidak ada habis-habisnya memunculkan karya hebat untuk kemakmuran bangsa dan negaranya sendiri.