Kriminal (Ilustrasi)
DepokNews- Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo menilai, terjadinya aksi saling bacok penyuka sesama jenis itu terjadi karena kurangnya pengendalian emosi. Selain itu, saluran komunikasi diantara keduanya juga tersumbat sehingga ketika ada masalah tidak bisa diselesaikan dengan cara baik-baik.
“Etika dan metode komunikasi mereka buruk. Sehingga pesan yang disampaikan menjadi terdistorsi dan menimbulkan reaksi yang tidak seharusnya,” katanya, Rabu (9/5/2018).
Disisi lain, kelompok ini adalah kelompok yang termarjinalkan secara sosial. Sehingga ruang lingkupnya terbatas dan hanya berkutik di situ saja. Kondisi ini menjadi lebih berat disbanding dengan kelompok normal yang lingkupnya lebih bebas dan terbuka.
“Ini membuat mereka sulit untuk meminta tolong atau nasihat. Mereka tidak ada penyaring untuk meminta nasihat,” paparnya.
Ketika tidak ada tempat untuk meminta nasihat dan terjadi masalah maka yang terjadi adalah situasi yang terpojok. Sehingga mereka kerap memilih jalan keluar sendiri.
“Mereka merasa tidak ada penyelesaian yang tepat sehingga terjadi hal demikian,” tandasnya.(mia)