DepokNews– Wali Kota Depok menyebutkan meningkatnya jumlah penduduk Kota Depok yang saat ini mencapai 2,3 juta jiwa akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah sampah. Menurutnya jika hal ini tidak diantisipasi, maka bisa menjadi masalah yang serius.

“Tentunya perlu ada terobosan salah satunya yaitu dengan adanya kader bank sampah. Artinya ini menjadi harapan kami untuk memberi penyadaran maupun edukasi ke masyarakat, agar bisa menanamkan budaya memilah dan mengolah sampah,” katanya.

Dijelaskan Idris keberadaan kader bank sampah sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan ekosistem lingkungan. Pasalnya, pegiat lingkungan ini berperan penting dalam mengurangi produksi sampah di Kota Depok.

“Sampah merupakan masalah yang terjadi di hampir semua wilayah metropolitan. Keberadaan kader bank sampah ini memberikan kontribusi positif serta edukasi ke masyarakat, bagaimana memilah dan mengolah sampah,” ujarnya saat dikonfirmasi. Minggu (24/11/2019).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Ety Suryahati mengatakan, saat ini terdapat 378 bank sampah yang tersebar di 11 kecamatan.

Melalui bank sampah, ditemukan satu solusi inovatif untuk membiasakan masyarakat memilah sampah dan memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis atau dapat didaur ulang.

“Bank Sampah adalah salah satu strategi penerapan pemilahan dalam upaya pembatasan sampah di tingkat masyarakat. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak bank sampah yang terbentuk, sehingga kita bisa mewujudkan program unggulan Kota Depok yaitu Zero Waste City,” pungkasnya.