Semua pengurus Perkumpulan Pos PAUD Indonesia (P3I) Kota Depok periode 2018-2023 bersama Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida usai dilantik, Kamis (27/09). (Foto : Diskominfo)

DepokNews–Pengurus Perkumpulan Pos PAUD Indonesia (P3I) Kota Depok periode 2018-2023, resmi dilantik di Balai Kota, Kamis (27/09) oleh Bunda Paud Kota Depok yang juga Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida. Sebagai langkah awal setelah dilantik, P3I akan memonitoring keberadaan Pos PAUD yang ada di Kota Depok.

Ketua P3I Kota Depok, Seffi Susidarmasanti mengatakan, untuk periode 2018-2023, P3I memiliki 24 pengurus inti dengan 40 anggota. Puluhan anggota tersebut berasal dari guru-guru yang ada di Pos PAUD se-Depok.

“Langkah awal kami akan keliling ke Pos PAUD di Kota Depok untuk lakukan monitoring. Kami perkuat lagi Pos PAUD dengan melakukan koordinasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP PKK), pihak kecamatan dan kelurahan,” jelasnya usai pelantikan P3I periode 2018-2023.

Dikatakannya, pihaknya juga akan melakukan sinergitas antara program Pos PAUD dengan program parenting dan PKK. Begitu juga di bidang kesehatan dengan posyandu yang ada di setiap wilayah.

“Termasuk juga dengan program kader Pos PAUD akan ada pelatihan agar semua guru memiliki pemahaman dan kemampuan yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kota Depok, Agustina Wulandari menambahkan, Pos PAUD di dalam PKK masuk ke Pokja II. Untuk itu, P3I akan berjalan bersama TP PKK Depok dalam upaya menciptakan generasi unggul.

Terakhir, menurutnya, P3I dibentuk dengan tujuan mencegah berkurangnya keberadaan Pos PAUD di Kota Depok akibat berpindah menjadi PAUD perorangan. Berdasarkan data TP PKK kini tinggal 78 Pos PAUD yang ada di Depok. Padahal data awal ada ratusan Pos PAUD, namun sudah ada yang berubah menjadi milik pribadi.

“Pos PAUD di bawah PKK tentunya menyasar masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Tentunya ada iuran namun tidak besar. Jika miliki pribadi tentunya PAUD tersebut iurannya akan lebih tinggi,” pungkasnya.