Hendrik Tangke Allo (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) di 2019. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan melakukan penguatan di sektor saksi dengan mengadakan training of trainer (TOT). tidak terkecuali oleh DPC PDI Perjuangan Kota Depok.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo juga menyempatkan diri menghadiri kegiatan kerja bakti di Kecamatan Beji. Serta meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) hasil pokok pikiran (Pokir) pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD kota Depok ini.

“Ketika mengikuti kegiatan, saya lanjutkan dengan berdiskusi bersama warga perihal permasalahan yang belum terealisasi dan menjadi Pokir saya nanti. Setelah itu saya membuka secara resmi TOT bagi koordinator saksi PDI Perjuangan di tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Depok,” jelas HTA.

Terkait TOT, Lanjut HTA menjelaskan, panitia pelaksanannya Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Kota Depok Yang DIketuai Lilik Budiono. Sedangkan, narasumber yang dihadirkan, yakni BP Pemilu Kota Depok Ikravany Hilman, perwakilan Pengurus DPD PDI Perjuangan Jabar sekaligus Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Depok-Bekasi Risa Mariska dan perwakilan Pengurus BSPN Jabar.

“Adapun Pesertanya Perwakilan Seluruh PAC Dan Ranting se-Kota Depok,” papar HTA.
Kata HTA, pelatihan ini untuk menghadapi Pilkada serentak, dan khusus di Depok untuk Pilgub 2018 dan Pileg serta Pilpres di 2019. Sedangkan, tujuannya guna mempersiapkan pelatih para saksi dan pelatih pendampingan sengketa Pilkada.

“Ini juga momentum konsolidasi kader partai,” ucap HTA.
Sementara, Sekjen DPC PDI Perjuangan, Toto Sardjono menambahkan, TOT ini untuk koordinator kecamatan dan kelurahan se-Kota Depok. Jadi nantinya mereka akan menjadi tutor saksi di tingkat Tempat Pemungutan Suara.

“Pelatihan secara detail tidak bisa dibahas ke publik mengingat rahasia kepartaian. Yang jelas ini untuk meningkatkan kualitas para saksi di lapangan, mengingat banyaknya permasalahan saksi selalu muncul,” kata Toto.

BSPN sendiri dibentuk saat Pilkada Depok 2015, tetapi masih banyak kekurangan sehingga ditingkatkan lagi menjadi badan saksi partai yang bertugas mengawasi tiap TPS, dimana satu saksi resmi yang ditempatkan di dalam TPS dan saksi di luar.

“Berdasarkan aturan saksi kan satu, kami menyiapkan satu yang resmi di dalam, satu lagi di luar. Jika jumlah TPS di Depok 3.302 titik, maka kami akan menyiapkan saksi sebanyak 6.604 orang, belum lagi pengurus struktural di tiap wilayah untuk memantau TPS di lokasi masing-masing,” paparnya.
Untuk itu, ia menegaskan agar tidak mencoba melakukan kenakalan di TPS, sebab jika sengaja membuat masalah saksi dari PDI Perjuangan akan melaporkan setiap bentuk pelanggaran.

“Ingat PDI Perjuangan merupakan partai pertama di Asia Tenggara yang meraih sertifikat ISO 9001 2015 atau sertifikat standar internasional tentang manajemen mutu dari International Certification Services Management (ICSM),” tandasnya.(mia)