DepokNews–Pengemudi taksi online Bintoro hingga saat ini masih mengalami trauma dan masih mendapatkan perawatan usai dirampok dua pria tidak dikenal di di daerah Setu Cibarusah, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Ditemui di rumahnya di Gang
H.Matsani RT.02/02 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong pada Selasa (9/7) korban masih tergeletak di kasur.

Putri Bintoro, Lulu mengatakan ayahnya
selalu mengigau dan menendang kaki seperti proses saat mencoba menendang pelaku sewaktu kejadian.

Selama empat hari bapak dirawat intensif di salah satu Rumah Sakit di Cileungsi.

“Ibu kami sedang ngurusin semua urusan bapak mulai laporan ke Polsek Cileungsi juga pengurusan surat asuransi mobil yang dicuri pelaku”,katanya.

Sementara itu Bintoro menambahkan sebelum kejadian dia mengendarai mobilnya berplat B 1870 EOY baru selesai mengantar orang ke daerah Bekasi sekitar pukul 00.00 WIB, lalu berhenti di daerah Perumnas 3 di sebuah ruko untuk istirahat.

“Saya istirahat parkir mobil di ruko Bulak Kapal, lalu tiba-tiba ada dua orang pria diminta untuk mengantarkan ke daerah Situ Cibarusah sekitar pukul 02.00 WIB”katanya.

Pelaku tidak menggunakan aplikasi, karena saat itu searah mau balik ke rumah jadi diangkut saja.

Karena tidak ada rasa curiga pelaku berpakaian rapih dan klimis, pelaku berjumlah dua orang yaitu duduk satu didepan sebelah sopir dan satu lagi duduk di belakang.

Selama perjalanan pelaku mengajak ngobrol logat bahasa menggunakan bahasa Jawa totok kasar.

Pelaku juga mengaku bekerja sebagai sopir juga saat saya tanya profesi apa.

“Saat perjalanan salah satu pelaku yang duduk di kursi belakang langsung mengalungi leher saya menggunakan pisau namun berhasil dibuang”katanya.

Sebelum mobil berhasil diambil para pelaku, dirinya mengaku sempat berduel melawan kedua pelaku saat mencoba mempertahankan mobil

Namun kedua kalinya pelaku langsung menyayat leher hingga lemas.

Setelah itu betis kaki kanan sama jempol kanan dibacok pisau hingga sampai tidak berdaya.

Pelaku yang duduk di kursi belakang sempat menyebutkan Wes ta Bunuh Wae.

Setelah tidak berdaya penumpang depan langsung menguasai stir mobil langsung membawa kabur mobil.

“Sebelum itu pelaku membuang saya ke lokasi sepi dan gelap hampir masuk jurang”katanya.

Setelah pelaku membawa kabur milik korban, lalu korban dalam keadaan kritis mencoba jalan sejauh 50 meter dan berhasil ditolong oleh satpam pabrik kayu tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ciri-ciri kedua pelaku, lanjut Bintoro, pria yang duduk dibelakang yang membacok menggunakan pisau berambut berdiri mohak, pipi sebelah kanan ada bekas codet luka sayatan, kulit sawo matang, Tinggi Badan 160 CM, pake jaket lebih biru bener, badan kurus.

Sedangkan pelaku satunya lagi penampilan klimis rapih menggunakan kemeja hitam dan berbadan gemuk.

“Peristiwa yang saya alami seperti ini dapat menjadi pelajaran bagi sopir grab taksi online lainnya untuk tidak mengangkut penumpang tanpa menggunakan aplikasi”katanya.

Dia berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap kasus yang terjadi kepada saya ini. dan dapat menghukum pelaku seberat-beratnya.