DepokNews—Tidak hanya kantor Kepolisian yang dijaga ketat, markas  Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok yang berlokasi di Jalan Pramuka, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas memperketat penjagaan dengan menurunkan empat penembak jitu atau sniper di pos penjagaan Markas Kodim.

Komandan Distrik Militer 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto empat penembak jitu didatangkan dari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela yang berada di Bekasi.

Mereka dipersenjatai senjata laras panjang M 16 A1, serta satu senjata otomatis (SO) Minimi di pos jaga Kodim. Khusus untuk SO Minimi ini, juga didatangkan dari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalel.

“Setiap tamu atau pengunjung yang datang ke Kodim Depok baik pengendara mobil atau motor wajib diperiksa oleh petugas jaga kita bersenjata lengkap, termasuk empat penembak jitu yang siaga”katanya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaan para tamu baik di bagasi mobil, bagasi motor serta tas yang mereka bawa.

Letkol Inf Iskandarmanto menuturkan pengetatan penjagaan dengan menurunkan empat penembak jitu di Makodim Depok serta satu SO Minimi, akan terus dilakukan selama masa siaga 1, akibat aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Polda Riau.

“Sampai kapan ini dilakukan, sampai situasi dianggap normal,katanya.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktifitas dan memiliki keperluan di Makodim Depok.

Iskandarmanto menjelaskan empat penembak jitu yang didatangkan fari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela, Bekas, ini, satu diantaranya dilengkapi senjata otomatis Minimi saat berjaga. Sementara sisanya menggunakan senjata M 16 A1.

Penempatan anggota Yonif 202 di Kodin Depok ini merupakan perintah komando atas. Mereka akan terus ditempatkan di sini hingga situasi dianggap normal dan kondusif.