Ketua Pemilihan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Depok, Ihsan Abdul Rosyid. FOTO: IST

DepokNews – Pendaftaran Pengurus Dewan Pendidikan Kota Depok periode 2021-2026 dibuka mulai Senin (9/8) sampai Kamis (12/8), pendaftaran dapat dilakukan secara online dan terbuka untuk masyarakat umum dengan syarat dan peraturan yang belaku, ada perwakilan dari institusi yang umumnya punya kepedulian di bidang pendidikan.

Institusi misalnya dari unsur profesi guru, unsur yayasan. Lalu minimal pendidikan adalah S1/DIV, berdomisili di Kota Depok yang dibuktikan dengan photo KTP yang masih berlaku. Lalu pada saat pendaftaran berusia maksimal 65 tahun, dan sudah menikah. Nantinya para pendaftar akan melalui dua tahap seleksi secara online. Di antaranya pada 9-12 Agustus proses pendaftaran, 13-14 Agustus proses verifikasi berkas, dan 21 Agustus tahap wawancara.

Untuk pendaftaran, dapat melengkapi berkas di antaranya scan formulir pendaftaran yang sudah ditandatangani (format PDF) format terlampir. Kemudian daftar riwayat hidup (format PDF), photo KTP yang masih berlaku, scan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas (format PDF), scan ijazah terakhir (format PDF), pas photo terbaru berwarna ukuran 4X6 cm, makalah singkat dengan tema, Konsep Memajukan Pendidikan di Kota Depok (Format PDF).

Ketua Pemilihan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Depok, Ihsan Abdul Rosyid menjelaskan, kepada masyarakat yang berminat memajukan sektor pendidikan khususnya di Kota Depok, dapat mendaftarkan diri melalui link https://bit.ly/PANITIA_PEMILIHAN_DP.

“Seluruh berkas soft copy diupload pada link di atas,” ungkap Ihsan kepada Radar Depok, Minggu (8/8).

Nantinya, panitia akan mengusulkan sebelas orang yang akan lolos dan memenuhi kriteria, kemudian disampaikan kepada Pemkot Depok untuk dilantik dan melaksanakan musyawarah pemilihan kepengurusan baru.

Dewan Pendidikan Kota Depok memiliki tugas pokok dan fungsi membantu Pemerintah Kota dalam rangka mengajak masyarakat dalam memajukan pendidikan Kota Depok. 

“Dinas pendidikan sifatnya kami koordinasi dan mitra dengan Pemerintah Kota Depok untuk memajukan pendidikan,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Muhammad Supariyono mengatakan Kota Depok memiliki dua permasalahan besar dalam pendidikan. Pertama, pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan jumlah sekolah. 

“Jadi yang paling dominan adalah kekurangan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikannya,” terangnya.

Kemudian, permasalahan kedua adalah kurangnya pemerataan kualitas dan mutu pendidikan. Dia berharap, pada kepengurusan Dewan Pendidikan Kota Depok berikutnya, memiliki kompetensi dalam membantu mengatasi permasalahan tersebut.

“Dari segi kualitas pendidikan juga perlu ditingkatkan terus. Maka kaitan dengan itu, orang-orang yang terpilih mempunyai kompetensi, tahu permasalahan saat ini, serta memiliki solusi. Bukan case by case, tetapi case by system,” tandasnya. 

Sumber : radardepok.com