DepokNews- Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyatakan pembangunan ekonomi di setiap wilayah Jawa Barat tidak sama. Terutama pada daerah tiang penyangga ibu kota. Sehingga pemerataan tenaga kerja harus dimaksimalkan.
“Karena itu, pemerintah Provinsi Jabar kini tengah berupaya untuk penerapan tenaga kerja yang lebih maksimal,” terang Uu saat di Kota Depok, beberapa waktu lalu.
Pihaknya akan terapkan sesuai dengan kondisi wilayah lain, seperti Depok dan Bekasi, yang miliki banyak tenaga kerja. Sedangkan ketika disurvei, masyarakat katanya menginginkan pembukaan lapangan kerja.Uu menuturkan, yang paling penting adalah bagaimana mengubah pandangan masyarakat mengenai bidang pekerjaan. Di mana sebuah profesi dilihat dari ijazah keilmuan.

“Paradigma anak-anak sekolah harus dirubah jangan selalu berpikir sebuah pekerjaan, harus selalu sama dengan ijazah. Nantinya malahan sewaktu ada lapangan pekerjaan dia tidak mau karena latar belakang pendidikannya beda. Akhirnya ya menganggur,” terang Uu.

Untuk itu, pasangan Ridwan Kamil ini menambahkan, harus ada perubahan kurikulum di tingkat SMA dan SMK yang merupakan kewenangan dari provinsi. Maksud perubahan ini,  pelajar dibawa untuk mengenal hal-hal baru sehingga siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

“Saat keluar sekolah nanti ilmunya bisa digunakan. Contoh dalam otomotif, jangan belajar bagaimana mereparasi mobil tahun 80-an. Harus pakai sistem yang sekarang, contoh pemakaian injeksi, peralatan modern. Nantinya ada keahlian lain yang bisa dimanfaatkan, ketika lulus sekolah nanti,” ungkap Uu.

Uu melanjutkan, kedepan Pemprov Jabar akan berusaha menyusun program lain guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. CProgram ini mencakup ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tutupnya.(mia)