Aparatur Kelurahan Pondok Petir bersana Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat mengunjungi salah satu lokasi tempat pemotongan hewan kurban. (Foto: istimewa)

DepokNews – Lurah Pondok Petir, Rijal Farhan mengatakan, proses pemotongan hewan kurban di wilayahnya berjalan sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota depok. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya kerumunan saat proses pemotongan kurban di beberapa tempat.

“Sebelumnya kami sudah membentuk tim pengawasan yang menyebar ke seluruh RW di sini untuk memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban,” ujarnya, Jumat (23/07/21).

Dirinya mengatakan, seluruh panitia kurban di masing-masing tempat telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan proses pemotongan juga sesuai dengan syariat Islam. Adapun lokasi pemotongan mayoritas dilakukan di masjid atau lapangan.

“Ada juga di halaman lingkungan rumah warga yang luas. Tidak ditemukan kerumunan warga,” katanya.

Dirinya menuturkan, bahkan, salah satu RW berinovasi dengan menayangkan secara langsung proses pemotongan hewan kurban. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kerumunan di lokasi pemotongan hewan kurban. 

“Jadi, warga tetap bisa menyaksikan proses pemotongan tanpa harus datang ke lokasi,” tuturnya.


Dirinya menyebutkan, pada Iduladha tahun ini terdapat sebanyak 96 ekor sapi dan 197 ekor kambing yang dikurbankan. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun kemarin.

“Ada penurunan, melihat pandemi berkepanjangan yang juga mempengaruhi perekonomian. Tapi yang terpenting niat berkurban warga di sini masih sangat tinggi,” tutupnya. 

Sumber : depok.go.id