Jalan Margonda Raya salah satu jantung ekonomi Kota Depok (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah melakukan pemetaan terhadap wilayah lain di Depok yang memungkinkan dikembangkan pembangunannya.
Mengingat untuk sementara waktu perizinan bangunan untuk gedung bertingkat di Margonda dihentikan sementara karena alasan tingkat kepadatan.

Wilayah Depok yang masih memungkinkan untuk dikembangkan adalah kawasan barat Depok yaitu Bojongsari yang berbatasan dengan Ciputat, Tangerang Selatan. Saat ini di kawasan tersebut sudah bermunculan kawasan hunian dan sentra bisnis. Dengan harapan kawasan tersebut menjadi alternatif atau kawasan ekonomi baru di Depok.

Dalam rangka pengembangan ekonomi di kawasan tersebut, sejumlah infrastruktur pun mulai dibangun. Mulai dari perbaikan jalan hingga faktor penunjang lainnya. Diharapkan, banyak investor yang nantinya mau menanamkan modalnya di wilayah baru tersebut.

“Wilayah barat Depok memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami melihat dari pertumbuhan investasi yang ada di kawasan tersebut. Tapi kalau untuk tata ruang bukan di kami kewenangannya,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar, beberapa waktu lalu.

Selain bidang property yang menjadi penopang utama laju bisnis di Depok, sektor jasa dan  pergudangan juga menunjukkan iklim positif. Dimana sejak tahun 2014 trennya naik dan mengarah positif. Sejak 2014 trennya menunjukkan prosentase tertinggi di tahun 2016 yang mencapai 7,8 persen. Sedangkan tahun 2017 hanya tumbuh sekitar 1,2 persen.

Tingginya presentase bidang jasa tahun 2016 dipicu banyaknya rumah sakit baru yang mengajukan operasional. Setidaknya di tahun 2016 itu ada tiga rumah sakit besar yang mengajukan izin operasional. Yaitu Rumah Sakit Diagram Healthcare di Cinere, Rumah Sakit Citra Arrafik di Cimanggis dan Rumah Sakit Brawijaya di Bojongsari.

“Nilai investasi ketiga rumah sakit itu mencapai angka Rp 322,5 Miliar. Tahun 2016 memang sektor jasa sedang tinggi-tingginya,” tukasnya.

Selain rumah sakit, sektor jasa juga ditopang dari adanya pengajuan izin operasional sejumlah lembaga pendidikan. Antara lain Sekolah Internasional Wisdom di Sawangan. Tren bisnis di bidang jasa ini sampai saat ini terus berkembang dengan adanya akses tol.

“Perkembangan bisnis di Depok dipicu dari adanya akses tol. Karena investor tentunya mencari lokasi bisnis yang aksesnya mudah untuk melakukan pergerakan,” tandasnya.

Khusus untuk pergudangan, kata dia, sudah pasti investor mencari lokasi yang dekat dengan akses tol. Sehingga mudah dilakukan bongkar muat barang untuk dipindah ataupun melakukan loading. Semisal di Tapos ada sebuah gudang otomotif yang memang dekat dengan tol.

“Jadi dengan adanya tol memang sangat menguntunkan investor. Mereka ingin menyimpan barang dan mengangkut menjadi lebih mudah dan efisien,” tutup Yulis.(mia).