DepokNews–Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pemerintah sangat serius menjalankan program Kota Layak Anak (KLA). Bahkan, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada setiap tingkatan, Forum Anak juga ikut dilibatkan untuk memberikan usulan sesuai kebutuhan anak.

“Anak adalah bagian dari Kota Layak Anak. Kebutuhan anak tentunya tidak dapat dipisahkan. Anak bukan hanya bayi atau balita. Anak dalam Forum Anak ini dianggap sudah dapat memberikan usulan terkait pembangunan,” ujarnya kepada usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Beji di Hotel Savero, Jalan Margonda, pada Selasa (12/2).

Dirinya menjelaskan, pemerintah tengah berupaya memenuhi sejumlah fasilitas yang layak untuk anak seperti taman bermain, fasilitas olahraga, maupun alun-alun yang saat tahap satu pembangunan sudah dilaksanakan.

Mohammad Idris menyebutkan, fasilitas itu bisa digunakan bagi anak-anak dan pemuda.

“Partisipasi anak dalam pembangunan harus terus kita dorong, dibantu pihak kelurahan, kecamatan dan Perangkat Daerah (PD) terkait,” katanya.

Mohammad Idris menambahkan, anak-anak adalah generasi penerus bangsa, yang dalam 40 tahun ke depan menjadi pemimpin

Untuk itu, pemerintah ingin mempersiapkan generasi yang unggul untuk Kota Depok yang akan datang.

“Dengan ketahanan keluarganya, dengan layak anak dan ramah anaknya kita persiapkan anak-anak potensial untuk Kota Depok unggul, nyaman dan religius,”katanya.

Dalam Musrenbang Mohammad Idris meminta para lurah untuk terus mengawal berbagai usulan pembangunan yang sudah diajukan masyarakat melalui Musrenbang.

Pasalnya, berbagai aspirasi masyarakat tersebut akan dibahas secara berjenjang mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.

“Musrenbang merupakan pertemuan penting antara pemerintah dengan delegasi masyarakat untuk menghasilkan kesepakatan bersama.

Hasil Musrenbang tingkat Kota Depok merupakan hasil sinkronisasi Musrenbang tingkat kecamatan dan kelurahan.

Selain itu, dirinya menuturkan, pembangunan pemuda di Kota Depok juga sangat dibutuhkan.

Karena itu, melalui Musrenbang, Mohammad Idris menekankan tugas setiap camat untuk memberikan alokasi anggaran bagi pemuda dalam usulan Musrenbang.

“Kami juga sangat memperhatikan Perangkat Daerah (PD) di (Pemkot) Depok yang sudah melakukan percepatan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di kecamatan dan kelurahan,”katanya.

Setelah itu, Dirinya menjelaskan bahwa terdapat kenaikan pagu anggaran untuk pembangunan di wilayah Kecamatan Beji dengan nilai 21 milyar lebih.

Kenaikan pagu anggaran yang didapat oleh Kecamatan Beji tidak terlepas dari kesadaran masyarakat dalam membayar pajak setiap tahun.

“Kami mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak tepat waktu, karena dari pajak tersebutlah pembangunan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Mohammad Idris mengajak pelaku usaha ataupun pengusaha yang ada di Kota Depok untuk ikut serta dalam pembangunan.

Pengusaha dalam hal ini harus tahu rencana-rencana pemerintah Kota Depok dalam pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan atau fasilitas publik yang dibutuhkan dari sisi kebutuhan mereka.

Tak hanya pengusaha, dirinya menjelaskan bahwa kantor perbankkan dan juga perusahaan yang ada di Depok harus bisa memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhannya.

“Terus terang, kantor perbankkan yang ada di Depok mengatakan bahwa pusat manajemennya ada di Jakarta. Sehingga kita harus berkomunikasi ke Jakarta dan ini menjadi salah satu hambatan bagi kita,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di kota Depok memiliki kantor di Jakarta.

Dan ini menjadi alasan dari pihak owner ketika diajak untuk berkontribusi dalam pembangunan.Area lampiran