Supian Suri (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

DepokNews- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus melakukan perbaikan diri untuk menempatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk ditempatkan di posisi yang tepat. Hal itu dilakukan untuk mendukung kinerja lebih baik serta menghasilkan out put yang sesuai target. 

Tujuannya tidak lain untuk memberikan pelayana terbaik untuk warga dan mewujdukan Depok sebagai Kota yang Unggul, Ramah dan Religius.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan segala keperluan untuk mendukung diterapkannya merit sistem di lingkup Pemkot Depok. 

Merit sistem adalah yang merupakan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan ras, agama, asal usul, jenis kelamin, maupun kondisi kecacatan. Atau dengan kata lain, sistem merit menjadi landasan manajemen sumber daya manusia ASN dari proses perekrutan, penempatan, hingga pemberhentian agar tercipta birokrasi yang profesional dan bersih. 

“Kami sedangberupaya untuk kearah sana (merit sistem). Tentunya ini sedang kami kordinasikan dengan pusat dan pemerintah provinsi,” katanya.

Merit sistem berbeda dengan lelang jabatan. Jika nanti Depok sudah menerapkan merit sistem maka otomatis lelang jabatan sudah tidak perlu dilakukan. Karena dengan merit sistem sudah ada ketentuan untuk seseorang menduduki suatu posisi jabatan tertentu berdasarkan kualifikasinya. 

“Memang selama ini Depok masih menerapkan lelang jabatan. Nah kedepan kami akan menuju merit sistem. Namun ini berproses ya. Persiapan dan kordinasi sudah dilakukan,” ungkapnya.

Komunikasi tahap awal dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah dilakukan pihaknya. Kemudian kordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun sudah dilakukan. Baik Komisi ASN dan Pemprov Jabar kata Supian mendukung diterapkannya merit sistem di Depok. 

“Target kami Insya Allah tahun 2020. Oleh karenanya kami sedang melakukan banyak persiapan baik teknis dan yang lainnya. Jika berjalan lancar maka bisa sesuai target. Tentunya harapan kami ya bisa berjalan tanpa kendala,” harapnya.

Menurutnya dengan merit sistem ini maka proses rotasi dan mutasi dalam proses pengisian posisi jabatan tinggi pratama (eselon II) bisa lebih baik lagi. Sehingga ini akan dapat dipantau juga oleh banyak kalangan. Selain itu, dari sisi waktu pun lebih efisien. Dia menyontohkan pada proses lelang jabatan memerlukan waktu cukup lama. 

“Karena tidak semua orang ternyata mau ikut proses lelang jabatan. Pada dasarnya mereka siap namun kalau ikut proses ini mereka masih merasa sungkan. Ini yang menjadi kendala dalam proses lelang jabatan. Dengan merit sistem ini waktunya menjadi lebih singkat dibanding lelang jabatan,” detilnya.

Selain itu, sistem ini juga bisa menghemat dari sisi biaya. Karena waktunya lebih singkat maka biaya pun dapat lebih efisien. Dengan demikian kinerja mesin pemerintahan pun bisa lebih cepat. Pelayanan publik pun menjadi efektif jika semuanya berjalan lancar. 
“Kalau sudah tepat waktu maka otomatis biaya pun bisa dihemat. Jadi memang sistem ini efisien secara waktu, biaya dan juga mempercepat kinerja pemerintahan. Kami ingin adanya penyegaran di lingkungan kami bisa menunjang kinerja yang cepat,” ucapnya.

Menurutnya, dari pemerintah pusat sebenarnya sudah mendorong daerah untuk menerapkan merit sistem. Hanya saja memang banyak persiapan yang harus dilakukan sehingga pihaknya memerlukan waktu untuk mempersiapkannya. 

Ada sejumlah langkah teknis yang diperlukan untuk menerapkan sistem ini. Misalnya saja soal ketersediaan SDM yang berkompeten sesuai posisi jabatan yang akan diisi. Kemudian pola karir SDM yang juga harus mendukung serta dipersiapkan SDM yang juga berkompeten untuk menggantikan SDM yang telah menduduki posisi jabatan tersebut. 

“Kearah sana memerlukan effort. Dan kita juga tidak diam saja. Kami sudah berupaya dan perlu komunikasi lebih sering dengan pihak terkait. Target kami 2020 Depok sudah bisa menerapkan merit sistem,” tutup Supian.(mia)