Pemkot Depok Lanjutkan Kembali Pembangunan Gedung B dan D RSUD Depok

Posted on

DepokNews- Pemkot Depok kembali melanjutkan pembangunan gedung B dan D RSUD yang masih tersisa. Rencananya tahun ini pemerintah mengucurkan dana hingga Rp 70 miliar untuk menyelesaikan pembangunan lantai 7-8 gedung tersebut.

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Permukiman Dadan Rustandi mengatakan sebenarnya konstruksi fisik gedung B dan D, telah selesai sampai 8 lantai. Namun, pemerintah belum menyelesaikan pembangunan ruangan di rumah sakit di gedung tersebut.

“Tahun ini ditargetkan sudah bisa bisa digunakan sampai 8 lantai,” ujarnya.

Sebelumnya pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 115 miliar untuk pembangunan gedung B dan D RSUD.  Menurutnya dana tersebut baru bisa menyelesaikan enam lantai pembangunan gedung itu.

Dirinya mengungkapkan infrastruktur dalam lantai 7 dan 8 yang akan digunakan untuk ruangan rawat inap, laundry cucian, gizi, dapur dan ruang kremasi belum dibangun. Selain itu, anggaran yang dikucurkan tahun ini juga untuk pembangunan masjid di RSUD Depok.

“Sekarang tahapan pembangunnya sudah konsultasi management konstruksi. Rencana pembangunan gedung itu memakan waktu sembilan bulan,” paparnya.

Dia menjelaskan gedung B dan D sudah terbengkalai pembangunannya sejak tahun 2009. Selain gedung B dan D, bangunan RSUD yang masih terbengkalai yakni gedung F dan C.

“Pemerintah pusat berencana akan membangun gedung C pusat. Konstruksinya sudah ada, tapi terbengkalai sejak lama,” jelasnya.

Sekretaris RSUD Depok Ety Yuniarty mengatakan meski konstruksi telah rampung sampai delapan lantai, tapi gedung tidak bisa digunakan karena belum dilengkapi ram sebagai tangga darurat untuk pasien yang berada di tempat tidur.

“Salah satu syarat pentingnya, bangunan rumah sakit harus dilengkapi ram,” ungkapnya.

Meski demikian, tahun ini pihak managemen RSUD akan memulai uji coba secara bertahap pengoperasian lantai 2 dan 3, gedung sebagai tempat obstetri dan ginekologi (penanganan kehamilan), ferina dan kamar bersalin.

Selain itu, pemerintah secara bertahap juga telah mengucurkan anggaran untuk fasilitas interiror rumah sakit dan alat kesehatannya. Ia menambahkan tahun kemarin pemerintah telah mengucurkan Rp 30,6 miliar. Dan tahun ini Rp 47,2 miliar untuk interior dan alat kesehatan RSUD.

“Diperkirakan masih dibutuhkan dua tahun lagi untuk melengkapi fasilitas interorior dan kesehatannya,” tuturnya.

Pembangunan gedung RSUD memang mendesak. Hal ini dikarenakan selama ini gedung A yang ada sekarang sangat terbatas dan banyak dikeluhkan warga.

“Pasien yang masuk selama ini sering melebihi kapasitas rumah sakit,” tambahnya.

Ia memaparkan gedung A RSUD Depok hanya mempunyai 71 tempat tidur dengan rincian 9 tempat tidur perawat kebidanan, 9 tempat tidur perawat bedah, 9 tempat tidur perawatan anak, 9 tempat tidur perinatologi, 18 tempat tidur perawatan penyakit dalam, 4 tempat tidur isolasi, 9 tempat tidur ruang syaraf/THT/Mata dan empat tempat tidur Kelas dua.

“Adanya pembangunan gedung B dan D, pemerintah telah menambah 258 tempat tidur rawat inap, dan ruang lainya, seperti ruang ICU, NICU, PICU, HCU,” tutupnya.(mia)