DepokNews–Keberagaman dan perbedaan di Kota Depok merupakan suatu kekayaan bagian dari Bangsa. Hal serupa dengan keberagaman budaya di Kota Depok. Hal itu dibenarkan Sekretaris Yayasan Jaya Nusantara Sandi. Menurutnya, dengan banyaknya sanggar seni, sanggar tari, padepokan pencak silat merupakan manivestasi dari kebudayaan.

“Dipisahkannya antara Agama dan Budaya. Sebab, budaya tanpa agama seperti jasad tanpa ruh (Bebegig). Yang timbul adalah Premanisme Lokal. Agama tanpa budaya seperti ruh tanpa jasad (Jurig), yang timbul adalah radikal,”ujarnya seusai diskusi santai bersama pemuda di Sawangan.

Sandi mengungkapkan dengan diperhatikannya, sanggar dan padepokan di Depok diharapkan seni serta budaya berkembang. Sehingga, lanjutnya, dengan masyarakat menjiwai dan terlestarikannya budaya bisa menangkal premanisme dan radikalisme. Pasalnya, dengan tersalurkannya minat dan bakat seseorang ke arah positif dapat mengikis angka kriminal.

“Kita berharap agar Pemerintah Kota Depok dapat memperhatikan seni dan budaya asli Depok. Tentunya, melalui dukungan penuh baik berupa infrastruktur, penguatan SDM, ketrampilan dan lainnya. Apalagi, mengenalkan kembali akar sejarah, tradisi, filosofi, budaya lokal daerah masing-masing. Baik melalui muatan lokal di sekolah formal maupun non formal,”terang Ketua Yayasan Ma’arif Madani Depok ini.

Hal serupa diutarakan Pecinta Seni dan Budaya Betawi Khoirul Muttaqien. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri kondisi anak muda zaman sekarang yang banyak mendapatkan pengaruh dari luar. Ia mencontohkan, dampak melalui media sosial, tv dan lainnya bisa berdampak buruk bila tidak disaring dengan baik.

“Melalui seni dan budaya menjadi pengikat yang kuat antar masyarakat Depok, meskipun terdiri dari warga yang majemuk. Tentunya, dengan berkembangnya sanggar seni dan padepokan akan sangat bermanfaat,”paparnya.

Ia menambahkan, belakangan ini di Sawangan terjadi kasus kriminal seperti pencurian di rumah secara massal. Menurutnya, dengan adanya budaya gotong royong, ronda di siskamling, kerja bhakti di lingkungan dan sebagainya akan membentuk masyarakat yang aman serta sentosa.

“Depok secara geografis perbatasan dengan Jakarta dan Bogor. Namun, dari sisi budaya lebih kental pada seni dan budaya Betawi. Untuk itu, mari kita melibatkan masyarakat dalam membangunan Kota Depok melalui Seni dan Budaya asli Depok,”harapnya.