DepokNews–Pelaksanaan Pemilu di Depok dinilai  tetap aman dan kondusif saat pemilihan umum (pemilu) serentak 2019.

Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan untuk terus menjaga kondusivitas ini, sebanyak 2.888 personel gabungan TNI-Polri di Kota Depok disiagakan untuk menjaga Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Depok dan objek vital, selama proses pemilu berlangsung.

Didik mengatakan, seluruh personelnya sudah diterjunkan di 5.775 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh Kelurahan se-Kota Depok.

Selama melakukan pengamanan, dirinya meminta setiap personel untuk berkoordinasi baik dengan penyelenggara pemilu maupun masyarakat sekitar di tempat pencoblosan.

“Personel kita ada yang melakukan patroli dialogis. Jika ada masyarakat yang sedang berkumpul, kita berikan imbauan kamtibmas dan mengajak mereka untuk datang ke TPS,”katanya.

Didik menuturkan, pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan tegas jika ada oknum yang mengganggu, menghambat, terlebih sampai mengintimidasi masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya.

Untuk itu, pihaknya mengedepankan tindakan proactive prevention dengan berkoordinasi dengan semua kalangan masyarakat untuk mencegah adanya potensi kamtibmas.

“Apabila ada delik pemilu masuknya memang melalui Bawaslu. Namun apabila ada tindak pidana umum, Kepolisian akan bertindak cepat sesuai dengan aturan yang ada,” tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Limo Kompol Muhammad Iskandar mengatakan jumlah anggota yang mengamankan di kantor PPK Kecamatan Limo ada 33 personil terdiri dari Polsek Limo ada 10 personil, BKO Brimobda Polda Metro Jaya ada 11 personil, BKO Sat Sabhara PMJ ada 12 personil.

Dia menambahkan anggota dipimpin Panit Patroli Iptu Rudy  akan melakukan pengamanan di luar PPK Kantor Kecamatan Limo.

Kompol Iskandar menghimbau apapun nanti hasil dan siapa yang akan menang dapat terima dengan tangan terbuka.

Ciptakan suasana aman dan kondusif dalam rekapitulasi surat suara.

Para warga khususnya saksi-saksi dari masing-masing  parpol jangan mudah tersulut dan terpancing dengan informasi hoaks atau tidak benar.