DepokNews–Pemilik sekaligus pengelola gym atau tempat fitness di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, namanya meras dirugikan oleh kedua pelaku pembuat video porno sesama jenis.

Pemilik Gym Yos Desambra kepada wartawan pada Senin(22/1) membantah keras bahwa kedua pelaku pembuatan dan penyebaran video mesum sesama jenis atau gay sekaligus pemeran video tersebut yang kini diamankan polisi, dibekuk petugas dari tempat fitness yang dikelolanya.

“Kami selaku pelapor dalam kasus ini, kedua pelaku berhasil diamankan polisi dengan keterlibatan dirinya sebagai pelapor dengan melakukan penjebakan terhadap kedua pelaku”katanya.

Kedua pelaku tersebut adalah Rudi Saputra (21) warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Waylima, Pesawaran, Lampung Selatan serta Muchisin alias Aris alias Ucil (31) warga Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, yang tidak lain sebagai karyawan atau instruktur di tempat fitness yang dikelolanya.

Dia mengatakan kasus berawal dari informasi rekannya, pada Jumat (19/1)malam, bahwa ada video mesum gay di twitter yang dilakukan para pelaku di tempat gym atau tempat fitness yang dikelolanya.

“Dari sana saya berkordinasi dengan polisi dan dipastikan ada tindak pidana di kasus ini. Lalu saya melakukan penjebakan terhadap Rudi Saputra dahulu, salah satupelaku. Saya ajak dia ketemuan di pusat perbelanjaan DTC, Sabtu malam, sekitar pukul 20.00,” katanya.

Tak lama kata dia, Rudi datang dan pihaknya langsung menangkap Rudi di depan ATM BRI pusat perbelanjaan Depok Town Center (DTC).

“Kemudian saya panggil pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku dan dibawa ke Polsek Pancoran Mas,” kata Yos.

Saat itu kata dia, sekaligus ia membuat laporan resmi kepada kepolisian.

“Setelah itu saya jebak karyawan saya, Aris, yang juga salah satu pelaku dalam kasus ini. Caranya, ia saya minta menjemput saya di Polsek Pancoran Mas,”katanya.

Aris pun datang ke Polsek Pancoran Mas, dan saat itu langsung ditangkap petugas.

Dari kronologis ini, Yos membantah keras pemberitaan yang menyebutkan bahwa polisi membekuk kedua pelaku di tempatfitness yang dikelolanya.

“Karena hal itu bisa menjelekkan nama baik dan imej usaha gym saya. Sebab yang terjadi justru sayalah yang menjebak dan menangkap mereka bersama petugas polisi,” katanya.

Berita terkait: