DepokNews–Pembangunan terminai terintegrasi Depok Metrostater di Jalan Margonda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas sudah dimulai.

Direksi PT Andyka Investama, Sumarsono Hadi kepada wartawan pada Minggu (6/1) mengatakan pembangunan dimulai sejak kawasan tersebut dinyatakan steril dari aktifitas lain. Sehingga yang ada saat ini hanyalah untuk pengerjaan pembangunan terminal.

Pada Agustus 2018, area tersebut dinyatakan steril. Setelah itu PT Andyka Investama baru bisa melakukan pengerjaan.

Yang pertama dilakukan adalah pemasangan pagar beton di seluruh area. Tujuannya agar kekuatan bangunan dalam tanah bisa terjaga.

“Pembangunan itu dilakukan dalam tiga tahap. Tahap persiapan sudah dilakukan. Perijinan, kordinasi dengan pihak operator terkait juga dengan lingkungan sudah dilakukan. Kemudian pemagaran beton sudah dilakukan,” katanya.

Dijelaskan dia dua bulan ini pihaknya akan fokus melakukan pengerukan tanah.

Jika sesuai target maka pengecoran dibawah tanah akan dilakukan pada Mei- Juni.

Yang terpenting kata dia adalah penguatan infrastruktur dibawah tanah sehingga kekuatan bangunan menjadi maksimal.

Secara teknis dia menjabarkan setelah penggalian dan pengeboran selesai maka selanjutnya adalah pemasangan pondasi

yang bentuknya mirip dengan sepatu. Mengingat kontur tanah di lokasi memiliki derajat kemiringan tertentu.

Tahun ini penggalian tanah lalu boring, pemasangan sepatu pondasi delapan meter. Januari- Februari dilakukan pengerukan tanah.

Karena tempatnya miring maka harus dilakukan pemancangan dengan memasang cor beton dengan rangka beton.

Setelah pengecoran bawah tanah selesai barulah dilakukan pembangunan diatas.

Diakui dia yang agak rumit adalah pembangunan bawah tanah.

“Sekarang tahapnya under dulu. Ditargetkan pondasi sekitar Mei- Juni. Kalau pondasi sudah selesai maka pembangunan keatas lebih cepat,” katanya.

Yang bisa menjadi kendala dalam pengerjaan bawah tanah kata dia adalah kontur dan kondisi tanah.

Ketika tanah dikeruk akan keluar lumpur dan air dari ratusan titik.

“Yang lama pada saat proses pengeboran. Bisa saja keluar air dan lumpur. Harapan kami semoga tidak ada kendala saat pengerjaan bawah tanah,” harapnya.

Sesuai dengan perjanjian bahwa yang pertama harus dibangun adalah kawasan terminai.

Pihaknya tidak boleh membangun apapun sebelum terminal terintegrasi selesai.

Targetnya setahun sejak Agustus 2018 terminal terintegrasi bisa diserahkan pada pemerintah.

“Kalau target keseluruhan untuk hunian sekitar tiga sampai empat tahun. Tapi kami tidak boleh membangun apapun sebelum terminal selesai,” tambahnya.

Pembangunan terminal juga akan menitik beratkan sarana prasarana yang menunjang teknologi modern.

Menurutnya, terminal itu nanti akan sejalan dengan program Kementerian Perhubungan yaitu mempermudah masyarakat dalam transportasi.

Terminal Metro Starter tersebut akan berbasis Transit Oriented Development, Nano menjelaskan maksudnya adalah bagaimana mensinkronkan hubungan perubahan antar moda dengan berbagai tipe transportasi.

“Kemenhub kan sudah memiliki BPTJ, yang mengsinkronkan seluruh moda transportasi. Sehingga, masyarakat akan dimudahkan ketika berganti moda baik pelayanan maupun interkoneksinya,” katanya.
Area lampiran

BalasTeruskan