Peletakkan batu pertama UIII (Istimewa)
DepokNews- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Gedung UIII dibangun sesuai Perpres No 27 tahun 2015. Hal ini juga merujuk pada pernyataan Presiden untuk meneguhkan dunia Islam di Internasional. Akan ada dua program yang paling utama di bentuk untuk kampus tersebut yaitu Magister dan Dokter.
“Berbeda dengan kampus Islam yang sudah ada, UIII juga dimaksudkan sebagai upaya peningkatan peradaban Islam Indonesia dan peradaban global dalam bidang pendidikan,” katanya usai Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan Gedung UIII
UIII kata dia memiliki kekhasan terutama dalam hal mengkaji dan meneliti serta menerapkan nilai-nilai Islam. Misalnya saja mengenaiĀ  Nuzulul Quran.
“Contohnya seperti, kenapa di Indonesia ada Nuzulul Quran, kalau di luar tidak ada, di Indonesia ada. Budaya yang berkembang di Indonesia ini kita jaga dan kita kontribusi menjadi perdamaian dunia,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pembangunan UIII, Komarudin Hidayat mengatakan, kehadiran UIII ini bisa dilihat dari dua arah. Pertama, sebagai upaya kontribusi internasional Isalam pada dunia untuk mengenalkan satu wilayah kajian Islam Indonesia yaitu Asia Tenggara.
“Sehingga pusat kajian Islam yang selama ini di Timur Tengah maka kita ingin Indonesia menjadi tujuan riset studi Islam Indonesia,” katanya.
Yang kedua, Indonesia memiliki ekspresi nasional khas yang tidak ditemukan di negara lain. Sehingga ini menjadi bagian kontribusi pusat kajian Islam. Dia pun berharap kedalam juga UIII ini mendorong kualitas lembaga-lembaga di Indonesia. Pihaknya berharap agar kampus ini agar tidak hanya mahasiswa asing. Tetapi juga diharapkan ada beberapa dosen Indonesia juga didalamnya. Soal standar keilmuan, kata dia, pihaknya sudah melakukakn kajian di sejumlah negara. Serta ada juga konteks kajian lokal yaitu studi kawasan dan bahas yang dipakai.
CHanya dua bahasa yaitu Inggris dan Arab. Jadi untuk mahasiswa asing nanti diwajibkan belajar Indonesia sehingga nanti alumninya secara tidak langsung menjadi duta budaya Indonesia pada negara masing-masing,” pungkasnya.(mia)