Sahat Farida Berlina (Istimewa)
DepokNews- Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok, Sahat Farida Berlian mengaku kasus pelecehan seksual oleh guru terhadap murid adalah kegagalan bersama. Kejadian tersebut berlangsung berhari-hari, dan memakan belasan korban.
“Menurut penjelasan salah satu orangtua korban, kepala sekolah menahan agar kasus tidak di blow up demi menjaga kehormatan sekolah. Hingga akhirnya orangtua inisiatif melapor sendiri ke polisi,” jelas Sahat yang sempat menemani korban saat visum di RS Polri, beberapa waktu lalu.
Pertanyaannya adalah bagaimana mekanisme evaluasi pengawasan sekolah, hingga kecolongan untuk kasus ini. Sahat melanjutkan, kepala sekolah harus memiliki mental kuat, bila ada kasus atau masalah harus berani menghadapi, apapun itu.
“Ini secara mandiri orangtua mengurus sendiri,” ujarnya.
Sahat menambahkan, hal ini tidak boleh terulang lagi pelaku harus dihukum keras. Karena korban bukan hanya satu dua orang saja.
“Dam tentu tidak menjadi tramuatik bagi korbannya,” tandas Sahat.