Jakarta – Minggu 19 September 2021, kelompok pengabdian dosen FISIP UPN Veteran Jakarta yang diketuai oleh Dr. Wahidah R. Bulan, M.Si mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan bertajuk Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru PPKN Kota Depok. Dilaksanakan secara daring pada 18–19 September 2021, kegiatan terselenggara berkat kerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKN (sekaligus penerima manfaat), Dinas Pendidikan Kota Depok dalam hal ini Bidang Pembinaan SMP yang sekaligus membuka kegiatan pelatihan serta Institusi Literasi Nasionalisme (ILNAS) yang ikut mensupport kebutuhan finansial kegiatan.

Pemateri utama kegiatan ini adalah Bapak Asep Dahliyana, S.Pd., M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia yang menyampaikan materi tentang Teknik Pembelajaran Inovatif dan Interaktif dalam Pembelajaran PPKN serta Ibu Dr. Wahidah R. Bulan, M.Si yang menyampaikan materi tentang Pembelajaran PPKN dalam Perspektif Siswa. Pelaksanaan  kegiatan dibantu oleh para mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 2 yang berperan menjadi MC dan moderator, selain ikut memberikan materi tentang Teknologi Pembelajaran Daring Kekinian.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Tridharma perguruan tinggi (selain kegiatan penelitian dan pengajaran) yang merupakan kewajiban dosen untuk melaksanakannya secara rutin setidak-tidaknya setahun sekali. Selain sebagai bentuk komitmen kampus untuk keluar dari jebakan menara gading dengan ikut berkontribusi mendidik masyarakat dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, kegiatan pengabdian masyarakat makin menjadi kebutuhan mengingat penyelesaian berbagai persoalan yang ada dimasyarakat kini harus mengedepankan spirit kolaboratif dengan melibatkan multi-pihak (pentahelix) mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, swasta, media, dan tentu saja masyarakat itu sendiri.

Dipilihnya kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru PPKN tingkat SLTP di Kota Depok ini sebagai tindak lanjut kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang sebelumnya dilakukan dengan melibatkan anggota MGMP PPKN Kota Depok, yaitu institusi dimana guru-guru PPKN berhimpun dan mengembangkan diri. Selain itu menurut Wahidah R. Bulan yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif ILNAS, Lembaga yang concern terhadap upaya peningkatan literasi nasionalisme masyarakat terutama pelajar, karena adanya kebutuhan real siswa berdasarkan FGD yang dilakukannya pada tahun 2019 kepada siswa di enam SMA di Jakarta Selatan Satu serta para siswa SLTP di Kota Depok pada tahun 2021.

“Mata pelajaran PPKN meski disadari siswa sebagai mata pelajaran penting, namun kurang diminati karena berbagai alasan. Yang menonjol karena penyampaiannya yang cenderung membosankan, yaitu dengan kalimat-kalimat sulit dicerna dan didominasi dengan metode ceramah dalam penyampaiannya. Karenanya bukan saja kurang diminati para pelajar yang umumnya merupakan generasi Z (lahir antara tahun 1995-2019) dengan kecenderungan sangat digital oriented karena sejak lahir sudah terpapar media digital, materi pembelajaran menurut para siswa yang menjadi informan dalam kegiatan penelitian tersebut tidak mampu memotivasi siswa untuk lebih mencintai Indonesia apalagi untuk memajukan dan membela Indonesia.”

Rendahnya nasionalisme pelajar dan mahasiswa yang disinyalir sementara pihak (studi Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta, 2020 dan Setara Institut, 2016), menurut Wahidah R. Bulan boleh jadi karena hal tersebut. Yaitu karena materi pembelajaran PPKN pada diri siswa hanya berhenti sebatas untuk mendapatkan nilai baik dari mata pelajaran tersebut namun hampa dari praktek-praktek langsung yang mentriger spirit kejuangan siswa dan nasionalisme siswa. Temuan lain bahwa kegiatan penanaman nasionalisme selama ini seolah hanya menjadi tanggungjawab guru-guru PPKN, yang menempatkan para guru PPKN bukan hanya berada di garda terdepan dalam meningkatkan nasionalisme akan tetapi juga menjadi pejuang yang kesepian.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan karenanya digagas kegiatan pembelajaran (project learning) PPKN berupa Project Citizen, yaitu kegiatan yang memberikan pengalaman kepada siswa bagaimana menjadi warga negara yang kritis dan peduli. Selain mendapatkan materi tentang hal tersebut para guru yang menjadi peserta juga berkesempatan melakukan praktek bagaimana Project Citizen diaplikasikan, dengan harapan setelah kegiatan pelatihan berakhir para guru dapat mempraktekkan di sekolah masing-masing.

Kegiatan pelatihan diikuti 40 peserta dari SLTP dengan akteditasi B atau lebih rendah yang berada di Kecamatan Bojongsari dan Sawangan selain juga melibatkan beberapa sekolah dari kecamatan lainnya bahkan dari Jakarta Selatan sebagai peserta undangan.