DepokNews –Seorang warga Sukmajaya berinisial SP nyaris menjadi bulan-bulanan massa setelah kedapatan melakukan pelecehan seksual (memeras payudara_red) terhadap dua wanita di Jalan Karet, Kelurahan Pondok Cina, Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, Rabu (28/10/2002) malam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani mengatakan kejadian tersebut setelah mendaparkan laporan warga terkai adanya seorang laki-laki terduga pelaku pelecehan seksual.

“Iya benar ada, kami amankan seorang pria diduga pelaku pelecehan seksual. Saat ini yang bersangkutan sedang kami periksa. Nanti akan kami sampaikan informasi detailnya,” ucapnya.

Sementara itu Arul yang merupakan warga setempat mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat pelaku berada di teras salah satu tempat penginapan atau rumah kos.

Saat itu kata Arul, dirinya sedang berdiri di depan gerbang rumah kos dan melihat pelaku dengan gelagat yang mencurigakan.

Melihat gelagat yang mencurigakan, Arul mengatakan dirinya kemudian mendekati pelaku dan menanyakan apakah mau booking penginapan.

“Saya lagi diri di depan gerbang, enggak lama dia (pelaku) dari bawah jalan kaki ke arah saya. Lalu saya samperin dan saya tegur sudah booking mau menginap di sini. Pelaku cuma memperhatikan saya terus,” kata Arul kepada wartawan, Kamis (29/10/2020).

Lebih lanjut, Arul mengatakan tak selang lama dari ia menegur pelaku. Lalu, seorang wanita keluar dari area kamar penginapan, tanpa basa-basi, pelaku langsung meremas payudara korban.

“Pas dipegang si korban langsung menghindar dan terjatuh, lalu pelaku saya dorong ke dalam, saya kunciin dari luar. Saya sempat nyari linggis takut dia bawa sajam (senjata tajam_red),”katanya.

Setelah memastikan pelaku terkunci di dalam kamar, Arul mengatakan pada saat itu dirinya langsung mencari bantuan dengan memanggil warga sekitar.

“Ternyata sebelum di sini, dia (pelaku_red) juga telah megang payudara wanita lain, enggak jauh dari sini,” jelasnya.

Warga yang geram sempat menghadiahi pelaku dengan hantaman bogem mentah sebelum akhirnya digelandang polisi.