Pekerja saat menangkap ular sanca

Pekerja Proyek di Margonda Depok Ini Tangkap Ular Dari Semak Belukar

Posted on 794 views

DepokNews—Para pekerja di salah satu proyek rencana pembangunan apartemen di Jalan Margonda Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji pada Kamis (24/5) dikagetkan dengan kedatangan ular sanca batik di lokasi tersebut.

Ketua RW 01 Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji Sarmajih Pacet kepada wartawan mengatakan saat itu para pekerja sedang melakukan cleaning area atau pembersihan lahan dengan menggunakan alat termasuk alat berat.

“Sedang asyik melakukan pembersihan area lahan, tiba-tiba kami melihat adanya benda yang bergerak di semak belukar”katanya.

Dengan adanya benda bergerak yang mencurigakan dia bersama pekerja lainnya lalu mencari barang tersebut ke semak belukar.

Saat disampari ke semak belukar ternyata benda yang bergerak satu ekor jenis ular sanca jenis batik dengan panjang sekitar empat meter.

“Pas kita datangi ular tersebut diam, bersama pekerja lainnya kita tangkap dimulai dengan memegang kepalanya agar bagian tubuh lainnya tidak bergerak”katanya.

Kepala ular dikuasi, lalu ular tersebut dimasukan ke dalam karung dan diberikan ke rekannya yang hobi dengan hewan melata.

Sarmajih menduga ular sanca jenis batik itu sudah lama menetap di lokasi tersebut, dikarenakan lokasi tersebut masih berupa alang-alang dan lokasinya tidak jauh dari Sungai Ciliwung.

Dengan adanya temuan ular ini dia mengimbau kepada para pekerja untuk agar berhati-hati dalam melakukan cleaning area karena diduga masih ada ular lainnya yang berada di lokasi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, warga di RT 02/05 Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung pada Selasa (7/5) pagi berhasil menangkap satu ekor ular jenis sanca batik di lingkungan.

Salah satu warga setempat Yono mengatakan sudah sepekan ini warga merasa resah dan terancam karena keberadaan ular tersebut.

Dia menjelaskan, ular sanca ini sangat meresahkan warga sejak pertama diketahui berkeliaran di tebing dekat rumah warga.

Bahwa ular piton ini sangat meresahkan warga sejak pertama diketahui berkeliaran di tebing ke arah pancuran Sungai Ciliwung.