Pekerja Bangunan Bangunan di Cipayung Depok Ini Temukan Bayi di Pinggir Jalan

Posted on 1,495 views

DepokNews–Paturyani seorang pekerja bangunan pada Sabtu (9/6) menemukan seorang bayi berjenis kelamin perempuan dengan kondisi hidup pada Sabtu (9/6) malam ditemukan dipinggir jalan Bambu Duri  RT.4/4, dekat jembatan Kali Pesanggarahan, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung.

Paturyani, mengatakan saat itu dirinya mau dalam perjalanan pulang ke rumah kontrakan melihat kain yang dibungkus dipinggir jalan.

Dan ternyata pas dibuka terdapat bayi yang dilengkapi selimut dan kain lainnya.

“Saat kami temukan bayi tersebut  tidak nangis dan sedang tidur. Setelah itu saya gendong lapor ke Ketua RT setempat dan langsung dibawa ke Bidan Marini, Pasir Putih, Sawangan,”ujarnya.

Pada saat ditemukan dalam kain bedongan bayi, lanjut Paturyani, hanya terdapat gunting rambut kecil yang berada didalam kain bedongan.

“Bayinya hidup, saya juga kaget saat pertama kali melihatnya,”tuturnya.

Sementara itu, Bidan Marini  mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan sementata kondisi bayi berjenis kelamin perempuan tersebut kondisinya sangat sehat.

Bayinya mempunyai berat 3,1 Kg, panjang badan 49 Cm, dan diperkiraka  usia bayi 2 hingga 3 minggu.

Dan tali pusar udah puput juga. Kondisinya sangat sehat dan tidak dehidrasi, sepertinya baru ditaruh.

Selain itu dari hasil pemeriksaan dalam bayi terbungkus rapih kain bedongan juga ada selimut putih motif.

Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo menambahkan pihaknya berkoordinasi dengan anggota Reskrim Polsek Pancoran Mas  lantaran untuk TKP awal masuk wilayah hukum Pancoran Mas.

“Kita hanya bertempatan untuk lokasi bagi dibawa ke bidan Marini untuk penanganan tindakan pertama atas pemeriksaan kesehatan bayi”katanya.

Oleh anggota Pancoran Mas   membawa bayi dirujuk ke RSUD setelah itu dibawa ke Dinas Sosial proses lebih lanjut.

Untuk para saksi, lanjut Kompol Suprasetyo, sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan siapa pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

Di lokasi banyak warga berebutan mau mengadobsi bayi, bahkan ada yang sampai menangis udah belasan tahun tidak memiliki bayi tersebut.