DepokNews–Dalam rangka memperingati malam HUT RI ke-73 warga Depok menggelar tasyakuran dan doa bersama. Hampir di berbagai wilayah Kota Depok mengirimkan doa dan dzikir untuk para pahlawan. Seperti yang diungkapkan Ketua RT 07/04 Kp. Kupu, Rangkapan Jaya, Muhidin. Menurutnya, malam Agustusan diisi dengan dzikir, doa, tasyakuran dengan potong tumpeng. “Moment malam Agustusan ini kita isi dengan Selametan dan doa. Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Serta mendoakan kepada para pejuang dan pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Dari lingkungan ini, kita bina kerukunan dan kebersamaan untuk persatuan RI,”ujarnya seusai acara. Rangkapan Jaya, Pancoran Mas. Kamis (16/8) malam.

Menurut Ketua Penyelenggara Rusli Ariyanto menuturkan dengan adanya Tasyakuran Kemerdekaan sebagai ajang doa dan silaturahmi. Dirinya berharap dengan acara tersebut juga untuk doa bagi keselamatan Bangsa dan Negara. “Seusai zikir, kirim Fatihah dan doa diakhiri dengan pemotongan tumpeng. Ini juga sekaligus lomba masakan tumpeng dan nasi goreng serta pemutaran Film perjuangan,”paparnya.

Salah satu panitia penyelenggara Risalina Nur Azizah mengungkapkan beragam kegiatan dan lom diselenggarakan. Ia menuturkan pada pagi hari (17/8) diselenggarakan lomba jalan santai dan dilanjutkan bermacam-macam lomba. Hanya saja, pihaknya lebih mengutamakan lomba yang dilakukan secara kelompok seperti lari estafet tepung, merias pasangan dll. “Dengan adanya lomba Agustusan ini, juga bagian dari tradisi mengisi HUT RI. Mengenalkan pada generasi muda untuk senantiasa mengingatkan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Antusias warga sangat tinggi dalam mengisi hari kemerdekaan. Rangkaian perlombaan ini, akan ditutup pada 7 September 2018 sekaligus pembagian hadiah dan panggung gembira,”tuturnya.

Sementara itu, di Rawa Indah, Bojong Pondok Terong, Cipayung, masyarakat nampak khusyuk mengikuti doa dan tasyakuran kemerdekaan. Menurut KH. Abdul Mujib mengungkapkan kegiatan yang positif. Terlebih lagi, untuk berdoa bagi warga Depok dan keselamatan bangsa. “Kita berharap dengan tasyakuran kemerdekaan ini bisa mempererat tali silaturahmi warga dan keselamatan bangsa. Apalagi, Kota Depok sebagai Kota religius,”paparnya.

Dari pantauan di lapangan, tasyakuran kemerdekaan diselenggarakan hampir tiap kecamatan. Masyarakat memanfaatkan lapangan, jalan-jalan, masjid dan mushola untuk doa bersama.