DepokNews — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok terus memperluas jaringan perpipaan. Setelah menggarap wilayah Limo-Cinere, saat ini perusahaan milik pemerintah daerah itu tengah mengembangkan jaringan perpipaan ke wilayah barat Depok tepatnya di wilayah Sawangan-Bojongsari, seperti yang dilansir jurnal depok.

“Saat ini yang dilakukan di Jalan Raya Muchtar, Sawangan merupakan pengembangan jaringan untuk wilayah Sawangan-Bojongsari. Jaringan Distribusi Utama (JDU,red) yang saat ini dipasang merupakan bantuan dari pusat melalui dana alokasi khusus yang nilainya kurang lebih Rp 3,7 miliar,” ujar Sudirman, Manager Pembangunan PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Selasa (12/12).

Ia menjelaskan, pekerjaan itu dikelola langsung oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok. Pengembangan jaringan tersebut untuk memenuhi permintaan pelanggan yang saat ini belum terpenuhi seperti Perumahan Sawangan Vilage, Bukit Rivaria, Botania Lake termasuk RSUD.

Dikatakannya, sumber air untuk beberapa perumahan dan fasilitas publik itu diambil dari instalasi pengolahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Di mana, kapasitas air di sana cukup besar.

“Untuk pengembangan yang eksisting saat ini baru sampai di Jalan Plered Pengasinan. Kemudian jaringan diteruskan ke Pertigaan Pengasinan hingga Perumahan Sawangan Vilage. Untuk Perumahan Vila Rizki Ilhami kami layani lewat belakang bukan lewat depan, karena JDU yang kami miliki di Jalan Pengasinan. Sementara dari Pertigaan Pengasinan hingga Pertigaan Bojongsari, itu belum dibangun, ke depannya kami akan pasang,” paparnya.

Dengan dibangunnya jaringan baru di wilayah Sawangan, pihaknya menargetkan sesuai kapasitas 100 liter per detik sebanyak 8.000 pelanggan. Saat ini, kata dia, sudah ada 2.500 pelanggan yang telah menggunakan PDAM. Pihaknya menargetkan dalam tiga tahun kedepan target tersebut akan tercapai.

“Setiap tahun pasti ada pembangunan, namun mengikuti prioritas yang kami kembangkan. Sebelum melaksanakan pembangunan kami survey pelanggan terlebih dahulu. Makanya alokasinya tidak secara keseluruhan akan tetapi bertahap,” katanya.

Dari itu, pihaknya akan terus memperluas jaringan, termasuk membangun jaringan baru di Jalan Raya Bojongsari untuk memenuhi permintaan pelanggan di perumahan-perumahan wilayah tersebut.

“Target pengembangan tentu bertahap, di 2017 ini yaitu di Jalan Raya Muchtar dan di awal 2018 nanti akan kami bangun JDU di wilayah Bojongsari namun secara bertahap.

Menanggapi adanya kompalin dari masyarakat dan pengguna jalan terkait galian milik PDAM itu, pihaknya mengatakan bahwa ada beberapa proses dalam pengerjaannya yang harus ditempuh seperti penggalian, pemasangan pipa, pengurukan dan pengecoran.

“Komitmen kami untuk finishing pekerjaan mengembalikan seperti semula, kalau galian kena aspal maka kami aspal lagi. Begitu juga kalau kena beton akan kami cor lagi, tanah kami padatkan seperti semula,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa saat ini proyek perpipaan tersebut telah mencapai 75 persen lebih dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun. Sementara kontrol pekerjaan berada di Dinas Rumkim.