DepokNews–(Jakarta, 16/02/2020). Sebagai refleksi ulang tahun Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) ke 16 dan menghimpun materi RAKERNAS pada Maret 2020, DPP PATRI menyelenggarakan Diskusi panel.

Ada 3 panelis yang tampil pada Ahad, 16/02/2020. Yaitu, pertama, Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (Dirjen PKP2 Trans), judul Peluang PATRI dalam perencanaan kawasan transmigrasi. Kedua, Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PK Trans), judul Peran PATRI dalam penguatan kapasitas SDM di kawasan transmigrasi dan sekitarnya. Ketiga, Wayan Supadno Pak Tani, judul Mengakselerasi Entrepreneurship di Perdesaan dan Kawasan Transmigrasi.

Acara berlangsung di Saung Hijau, Ciomas Bogor. Sebagai pembahas adalah Ketua Dewan Pakar DPP PATRI (Ir. Roosari Tyas Wardani, MMA), anggota Dewan Pembina (Marsda TNI Purn. Dr. Koesnadi Kardi, M.Sc), dan Dewan Pengawas yang juga Staf Ahli Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi (Dr.Ir.Conrad Hendrarto,M.Sc).

Selesai potong tumpeng, Ketua Umum DPP PATRI Hasprabu kepada wartawan menyatakan. “Ya, pada intinya panelis dan pembahas sepakat, PATRI kedepan harus fokus menguatkan SDM-nya. Karena realitasnya, kader PATRI sampai 16 tahun ini sudah mengisi posisi penting dalam aneka profesi. Dan negeri ini masih sangat kekurangan pelaku Wirausaha.”

“Tetapi, ada catatan khusus, agar jumlah pelaku wirausaha PATRI yang tergabung dalam HW Trans (Himpunan Wirausaha Transmigrasi, red) ditingkatkan. Baik kuantitas maupun kualitasnya”, imbuhnya.

Mengutip panelis Wayan Supadno, “Jika PATRI punya satu juta wirausaha, dan bisa mereplikasikan diri, selesai masalah pengangguran kita”, pungkasnya.

(spb)