DepokNews–Ditengah bertumbuhnya pasar retail di era modernisasi, pasar tradisional seakan-akan semakin jauh ketinggalan. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya untuk mendorong kualitas pasar tersebut.

Seperti diketahui Pemkot Depok telah mengirimkan dua pasar untuk Festival Pasar Rakyat Juara yang diadakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat beberapa pekan lalu.

“Kedua tempat perbelanjaan yang direkomendasikan mengikuti lomba tersebut adalah Pasar Tugu dan Pasar Cisalak. Kategori lomba yaitu pasar kecil dan pasar besar,” tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tugu, Ikhwan Suryadin, Minggu (01/12).

Ikhwan menyebutkan, Pasar Tugu mendapat anugerah sebagai pasar terbaik kedua atau runner up se-Jawa Barat. “Sedangkan Pasar Cisalak menempati peringkat enam sebagai pasar terbaik di Jabar,” katanya.

Lomba tersebut juga merupakan program dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sebagai pembuktian janjinya pada 2018 lalu mengenai revitalisasi dan pembenahan pasar.

“Saat itu dia berjanji akan membenahi pasar tradisional yang ada di Jawa Barat untuk dinaikkan levelnya menjadi pasar modern,” tandasnya.

Mengenai penilaian, Ikhwan menuturkan tim penilai dari Pemprov Jabar melakukannya secara sembunyi. Tidak ada laporan akan melakukan survei, jadi hasil yang didapat murni berdasarkan pantauan di lapangan.

“Jadi mereka (tim penilai) datang ada yang sebagai pembeli. Untuk menilai lingkungan, ada yang jadi tukang ojek juga,” tutur Ikhwan.

Ikhwan menjelaskan Lomba Pasar Terbaik diadakan untuk meningkatkan standar pasar dari biasa menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Semoga kualitas pasar yang ada di Kota Depok meningkat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam rangka mewujudkan seluruh pasar di Jawa Barat memiliki Standard Nasional Indonesia ( SNI) tahun 2023, Pemprov Jabar menggagas inovasi dan kolaborasi pengelolaan pasar pemerintah dan swasta.

Salah satu implementasi ke arah itu, pemprov Jabar melalui Dinas Industri dan Perdagangan (Disindag) menggelar Festival Pasar Rakyat Jabar yang digelar di halaman Gedung Sate, Sabtu-Minggu (23-24/11).

Salah satu bidang yang diusung festival ini adalah Pasar Rakyat Juara. Pasar Rakyat Juara menjadi bagian dari festival ini bersama dua bidang lain yakni Otofest dan Pilot Project Pusat Distribusi Provinsi (P3DP).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat M Arifin Soedjayana mengatakan bahwa Pasar Rakyat Juara merupakan sosialisasi kesiapan
Kota kabupaten dalam menghadirkan pasar-pasar yang berkualitas, baik secara fisik maupun pengelolaan.

“Tujuannya, selain untuk membuat para himpunan pedagang mampu berinovasi dengan kreatif digital, juga mampu mewujudkan tata kelola yang lebih profesional, berdaya saing, dan mengembangkan unggulan lokal,” ujar Arifin di sela festival, Minggu (24/11).

Arifin menyebutkan bahwa Festival Pasar Rakyat ini diikuti oleh pasar-pasar dari seluruh kabupaten kota yang ada di Jabar yang juga masuk nominasi dalam rangka lomba pasar.

Pemprov, kata dia, bekerja sama dengan SBM ITB untuk mengubah cara pandang para pengelola, para pedagang, dan himpunan pedagang, bagaimana meningkatkan pemahaman untuk mengembangkan pasar dari sisi sosiokultur dan dari sisi infrastruktur.

Pasar Rakyat Juara ini, menurut Arifin, adalah salah satu program untuk melakukan revitalisasi dan pembangunan sarana dan prasarana pasar rakyat di Jawa Barat agar sesuai dengan SNI.

Program ini juga didukung dengan kegiatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia agar pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan budaya kebanggan masyarakat Jawa Barat.

“Pogram Pasar Juara ini akan dilaksanakan di 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat,” katanya.

Arifin menegaskan bahwa pemerintah juga menyediakan fasilitas untuk mendorong pasar menjadi SNI dengan bantuan anggaran dalam jumlah tertentu.

Pasar yang ber-SNI, kata dia memiliki beberapa kriteria seperti memiliki toilet, ada jalan, AC, tempat parkir, ada APAR, dan sejumlah hal lainnya.

Menurutnya, tahun ini terdapat tujuh pasar yang direvitalisasi dan tahun depan kurang lebih sekitra 14 pasar.

Konsep infrastruktur dan sosiokultur Pasar Juara, kata Arifin, lebih spesifik mengarah ke bagaimana para pengelola dan pedagang pasar mampu mewujudkan pasar sebagai tempat yang dibutuhkan dan untuk dinikmati bisa lebih nyaman saat orang berbelanja, tidak becek, dan tidak semrawut. (*)

sumber : https://www.hariansederhana.com/festival-pasar-rakyat-juara-pasar-tugu-terbaik-kedua-se-jabar/