Pasar Tani Angkat Pamor Produk Depok

Posted on

Depoknews — Keseriusan Pemkot Depok membina petani dilakukan dengan menggelar Pasar Tani yang akan diadakan setiap bulan pada hari Jumat minggu kedua. Intensnya kegiatan ini diharapkan membuat petani makin sejahtera dan mampu mengangkat citra produk pertanian asli Depok.

“Pasar Tani ini dilaunching untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing produk berbasis lokal. Diharapkan dengan adanya kegiatan Pasar Tani ini dapat mengangkat citra produk pertanian dan makanan lokal yang dikelola petani kita sendiri, sehingga digemari masyarakat dan mampu bersaing dengan makanan pabrikan,” ujar Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai melaunching Pasar Tani 2017, Jumat (13/01/2017), seperti dikutip depok.go.id

Nantinya, lanjut dia, kegiatan Pasar Tani yang rutin dilakukan setiap bulan, akan dievaluasi seberapa efektif. Jika Pasar Tani ini diterima keberadaannya, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di setiap kecamatan bahkan kelurahan.

“Sudah ada beberapa yang menyarankan agar Pasar Tani juga diadakan di kecamatan. Sementara, masih kita kaji dulu efektifitasnya. Jika memungkinkan, mengapa tidak, kita adakan juga di kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Ita Wilda mengatakan, selain hasil tani, kegiatan ini juga diisi dengan menampilkan potensi ikan dari Balai Benih Ikan (BBI) dan ada stand khusus pemeriksaan serta vaksinasi gratis hewan kesayangan. Untuk hiburan juga dimeriahkan oleh Persatuan Artis Depok (Parade) seperti grup Empat Sekawan dan penyanyi Melly Manuhutu.

Dikatakannya, acara dapat berlangsung berkat kerjasama dari Serikat Tani Nasional, Pemuda Tani dan PKK. Diharapkan dengan adanya kegiatan yang disambut antusias pengunjung ini, dapat mendukung program Sahabat Petani yang selama ini digembor-gemborkan pemerintah.

“Semoga semakin mendorong minat masyarakat, khususnya terkait produksi hasil pertanian, perikanan dan peternakan baik budidaya ataupun olahannya. Ke depan eksistensi dan keberadaan pertanian diakui,” kata Ita.