DepokNews — Wali Kota Depok, Mohammad Idris menerima para peserta Media Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan FAO dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, di Aula Badan Keuangan Daerah (BKD), Lantai 2, Gedung Dibaleka 1, Rabu (7/3/2018). Hadir mendampingi Wali Kota, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Depok, Kania.

Perwakilan Kementan, Arif mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menginformasikan pada media terkait kegiatan Kementan yang bekerjasama dengan FAO terkait Zoonosis dan penyakit menular baru (EIDs). “Kegiatan media workshop ini dikuti oleh 25 peserta dari media cetak dan online. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni 6-8 Maret 2018. Dan pada hari ini kami melakukan kunjungan lapangan ke Kota Depok khususnya Pasar Sukatani yang menjadi pilot project pasar sehat,” terangnya.

Pada acara yang mengusung tema, Melindungi Kehidupan dan Mata Pencaharian : Pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas untuk peliputan media terkait Zoonosis dan penyakit menular baru (EIDs), perwakilan dari FAO, Meta menambahkan, bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para awak media. Adapun yang menjadi peserta kegiatan ini ialah para awak media dari Tempo Inti Media, KOMPAS.com, Liputan6.com, Gorontalo Post, Perum LKBN Antara, The Jakarta Post, Suara Merdeka, VIVA.co.id, NET Mediatama Televisi, CNN Indonesia TV, DAAITV, Republika, RTV, Kantor Berita Radio, Tribun Manado, Tirto.id, Suara.com, Harian Jogya, Batamnews.co.id, iNews.id, KOMPAS TV, KOMPAS, dan Radar Bali.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa Pasar Sukatani telah dinobatkan menjadi Pasar Sehat dalam penilaian Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2017 lalu. Beragam kegiatan terdapat di Pasar Sukatani diantaranya Pos Kesehatan Pasar, Uji sampel produk pangan bekerjasama dengan DKP3 Kota Depok, kejar paket bagi para anak pedagang pasar, kegiatan strerilisasi kucing untuk menekan pertumbuhan kucing liar di pasar dan lain-lain.

“Pasar yang menjadi binaan FAO ini juga menyumbang nilai tertinggi yakni 73,38% untuk nilai Adipura segmen pasar. Pasar yang telah memperoleh sertifikat SNI Pasar Rakyat ini kedepannya akan diarahkan menjadi Pasar Tertib Ukur, Pasar yang Aman Pangan dari BPPKM RI, Pasar Tematik dengan tema Betawi dan BLUD Pasar,” terangnya.

Lebih jauh, orang nomor satu di Depok mengatakan, Pasar Sukatani menuju BLUD Pasar melalui empat kajian, dimana saat ini telah dilalui tiga kajian, dan satu kajian ditargetkan akan selesai pada Oktober 2018, sehingga tahun ini diharapkan Pasar Sukatani sudah diberlakukan BLUD.