Oleh : Nadhira Rahmadina (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya pandemi Covid-19 pada sepanjang tahun 2020 ini membawa banyak dampak hampir di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 seakan ‘menginfeksi’ tatanan kehidupan pada berbagai aspek dan dapat dirasakan mulai dari unit terkecil yaitu individu, keluarga, hingga masyarakat luas. Banyak hal yang kemudian harus disesuaikan dan bergerak cepat untuk dapat bertahan di kondisi seperti ini. Hal tersebut tentu dirasakan juga oleh para ibu. Bagaimana seorang ibu akan berupaya mengerahkan semua usaha dan kemampuan terbaiknya untuk keselamatan keluarga.

Peringatan Hari Ibu yang bertepatan pada tanggal 22 Desember 2020, menjadi satu momentum istimewa. Kilas balik dari perjalanan panjang dan melelahkan pada tahun ini membawa kita untuk dapat menyelami keberadaan pahlawan keluarga ditengah-tengah kita. Terlepas dari adanya pandemi Covid-19 atau tidak, peran ibu dalam keluarga sangatlah penting dan strategis. Ibu memegang peranan kunci dalam pembentukan keluarga dan keberhasilan dari setiap anggota keluarganya. Penanaman akhlak baik dan mewujudkan generasi cerdas pada anak tentu tak lepas dari keterlibatan ibu dalam keluarga. Namun dengan hadirnya pandemi Covid-19 nyatanya memberikan peran tambahan seorang ibu di rumah dan dituntut dapat membagi waktu untuk dirinya dan keluarga.

Ibu Sebagai ‘Dokter’ Darurat di Rumah

Imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah dan menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) menjadi ‘senjata’ seorang ibu dalam mempertahankan kesehatan keluarga. Ia juga menjadi tonggak dari keberhasilan protokol dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah. Tak jarang pula seorang ibu harus sigap dalam merespon anggota keluarga yang sakit dikala pandemi ini, serta siap sedia untuk menyediakan makanan bergizi.

Makanan dengan gizi seimbang perlu diperhatikan karena penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar keluarga terhindar dari infeksi virus. Sebaiknya isi piring makan keluarga sehari-hari dengan makanan pokok yang kaya akan karbohidrat, lauk pauk yang mengandung protein dan mineral, asupan sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin antioksidan, serta kebutuhan air minum yang tercukupi (1).

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak

Peran aktif dan sinergitas antara orangtua dan guru menjadi indikator keberhasilan kegiatan belajar di rumah pada masa pandemi Covid-19. Khususnya peran ibu dalam pendidikan yang menjadi karakter utama dan memainkan peran penting dalam perkembangan pendidikan anak. Temuan serupa menunjukan bahwa para ibu secara signifikan lebih terlibat dalam fungsi ekspresif dibanding para ayah (2).

Domestik dan pekerjaan

Seorang ibu dituntut untuk piawai dalam menyelaraskan urusan pekerjaannya di luar rumah dengan perannya di keluarga. Tetap produktif dan meniti karir bukan menjadi alasan untuk melewatkan perhatiannya pada suami dan anak. Mulai dari fungsi domestik, menciptakan suasana yang nyaman dan aman di rumah, hingga hal sederhana seperti pengawasan gawai pada anak.

Proteksi Lebih untuk Para Ibu

Dengan setumpuk tanggung jawab tersebut, tak jarang mendatangkan stigma bahwa seorang ibu harus memiliki kesehatan yang prima. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, definisi sehat adalah keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat (3). Untuk mengupayakan kesehatan fisik dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan tambahan suplemen. Lantas bagaimana dengan kesehatan mental dan sosial? Penelitian menunjukkan perempuan terbukti lebih rentan terhadap masalah mental atau fisik pada paparan stres di hidup atau peristiwa yang berpotensi menimbulkan traumatis. Stres pada perempuan juga lebih besar daripada laki-laki dalam keadaan darurat (4,5). Penelitian tersebut sejalan dengan survei yang diadakan oleh Komnas Perempuan RI pada rentang April – Mei 2020. Survei menunjukan perempuan bekerja 2 kali lipat daripada laki-laki dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan durasi lebih dari 3 jam pada masa pandemi Covid-19. Bertambahnya beban pekerjaan rumah tangga tersebut  mengakibatkan 1 dari 3 responden melaporkan bahwa dirinya mengalami stress (6).

Maka dari itu perlu upaya untuk menangkal stres dan depresi pada ibu. Diantaranya dengan menjalin komunikasi efektif dengan keluarga, pemberian dukungan penuh dari keluarga, berbagi peran dengan suami dan anak di rumah, hingga menjalani aktivitas yang disukai ibu. Sehingga upaya proteksi pada masa pandemi tidak hanya untuk anak dan kelompok tertentu saja, namun seorang ibu dalam keluarga juga harus diperhatikan.

Pandemi Covid-19 memang sebuah ujian besar, namun telah memberikan hikmah dan pembelajaran kepada kita. Kedekatan dan hubungan hangat yang telah dijalin selama ini dengan keluarga menjadi langkah yang baik untuk kedepannya. Dan tak lupa terima kasih kepada para ibu di seluruh dunia yang senantiasa memberikan dedikasi serta selalu mendampingi dan menemani setiap langkah kita. Selamat hari ibu!

Referensi :

(1) Kemenkes RI. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi COVID-19. 2020

(2) Finley GE, Mira SD, Schwartz SJ. Perceived paternal and maternal involvement: Factor structures, mean differences, and parental roles. FATHERING-HARRIMAN-. 2008 Jan 1;6(1):62.

(3) WHO. Preamble to the Constitution of the World Health Organization as adopted by the International Health Conference, New York, 19-22 June, 1946; signed on 22 July 1946 by the representatives of 61 States (Official Records of the World Health Organization, no. 2, p. 100) and entered into force on 7 April 1948. http://www. who. int/governance/eb/who_constitution_en. pdf. 1948.

(4) Vigna L, Brunani A, Brugnera A, Grossi E, Compare A, Tirelli AS, Conti DM, Agnelli GM, Andersen LL, Buscema M, Riboldi L. Determinants of metabolic syndrome in obese workers: gender differences in perceived job-related stress and in psychological characteristics identified using artificial neural networks. Eating and Weight Disorders-Studies on Anorexia, Bulimia and Obesity. 2019 Feb;24(1):73-81.

(5) Ishiguro A, Inoue M, Fisher J, Inoue M, Matsumoto S, Yamaoka K. Gender-Based Risk and Protective Factors for Psychological Distress in the Midterm Recovery Period Following the Great East Japan Earthquake. Disaster medicine and public health preparedness. 2019 Jun;13(3):487-96.

(6) Komnas Perempuan RI. KAJIAN DINAMIKA PERUBAHAN DI DALAM RUMAH TANGGA SELAMA COVID-19 DI 34 PROVINSI DI INDONESIA [Internet] 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: http://komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/2020/Eksekutif%20Summary%20KAJIAN%20DINAMIKA%20PERUBAHAN%20DI%20DALAM%20RUMAH%20TANGGA%20(Edisi%20Revisi).pdf